Kadin Minta Presiden Prabowo Tinjau Ulang Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Kopdes

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 22 Februari 2026 | 14:33 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin. (SinPo.id/dok. Kadin)
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin. (SinPo.id/dok. Kadin)

SinPo.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Karena, impor ini dapat mematikan industri otomotif dalam negeri, serta tidak menggerakkan ekonomi lokal. 

"Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga," kata Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurut Saleh, industri otomotif nasional masih sanggup menyediakan kendaraan pikap yang dibutuhkan program Kopdes Merah Putih. Kebutuhan pikap ini sebaiknya dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional. Sebab, impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun.

Saleh menjelaskan, industri komponen otomotif yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul. Kondisi ini mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri.

Industri komponen otomotif, seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik, sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif.

"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah," paparnya.

Saleh melanjutkan, Indonesia selama ini aktif, bahkan melakukan roadshow ke berbagai negara, mengundang investasi asing untuk membangun industri di Indonesia, termasuk di industri otomotif. Untuk itu, industri yang sudah dibangun di dalam negeri perlu dijaga dengan regulasi yang baik.

"Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI