Hamas Siapkan Proposal Disarmament dalam Pembicaraan di Kairo
SinPo.id - Hamas berencana membahas isu perlucutan senjata (disarmament) serta penolakannya terhadap penunjukan pejabat National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) dalam pertemuan dengan mediator Mesir, demikian dilaporkan Sky News Arabia pada Kamis 12 Februari 2026
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, delegasi Hamas akan menyampaikan sejumlah proposal terkait demilitarisasi. Salah satunya adalah penghentian sementara penggunaan semua senjata hingga penarikan penuh militer Israel dari Jalur Gaza selesai.
Usulan lain yang akan diajukan adalah kemungkinan menyerahkan “senjata berat” termasuk roket, misil, serta peta jaringan terowongan bawah tanah, dengan imbalan izin untuk tetap menyimpan senjata ringan seperti senapan.
Laporan New York Times sebelumnya menyebut rancangan awal rencana Amerika Serikat untuk demilitarisasi Hamas juga mengizinkan kelompok itu menyimpan senjata kecil.
Pertemuan di Kairo merupakan bagian dari negosiasi lebih luas untuk mengimplementasikan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump, termasuk pembentukan badan teknokrat Palestina yang akan mengambil alih pemerintahan Gaza.
Menurut sumber Sky News Arabia, Hamas juga akan mendorong integrasi anggotanya ke dalam “administrasi masa depan Jalur Gaza” dalam pembicaraan tersebut. NCAG, sesuai prinsip demilitarisasi yang ditetapkan AS, akan mengawasi dan memverifikasi perlucutan senjata kelompok bersenjata di Gaza.
Namun, Hamas menolak penunjukan Sami Nasman sebagai pengawas keamanan di bawah NCAG. Nasman, mantan jenderal Otoritas Palestina asal Gaza, dituding Hamas sebagai pihak yang “memicu kekacauan” pada 2007 setelah pindah ke Tepi Barat usai bentrokan dengan Hamas.
“Hamas percaya penunjukan Nasman bisa memprovokasi reaksi balasan,” kata sumber tersebut kepada Sky News Arabia.
