Banjir Bandang dan Longsor Kembali Landa Tapanuli Tengah

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:25 WIB
Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir bandang dan longsor. (SinPo.id/Istimewa)
Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir bandang dan longsor. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Sebanyak enam kecamatan di Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dikepung banjir bandang. Selain itu, longsor juga kembali mengepung salah satu kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Warga dievakuasi ke tempat lebih aman usai banjir merendam rumah mereka sejak Rabu, 11 Februari 2025 sore.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu merinci enam kecamatan yang terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Tukka, Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan, Kecamatan Barus, dan Kecamatan Sitahuis. 

"Hujan deras (sejak) 11 Februari 2026 sekitar jam 16.30 sore hingga malam jam 22.30 menyebabkan banjir deras," kata Masinton pada Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, tanggul darurat Aek Silaga-laga, Kecamatan Tukka kembali jebol dan air sangat deras mengalir ke pemukiman warga.

Kemudian, jembatan darurat yang dibangun pascabencana banjir bandang beberapa bulan lalu pun putus terbawa arus sungai di dua lokasi yang menghubungkan Desa Muara Sibuntuon dengan Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun.

Masinton bilang, longsor terjadi di Nagatimbul, Jalan Lobusingkam, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis.

"Akses roda empat menuju desa tersebut tertutup longsoran dan hanya bisa dilalui roda dua," ucapnya.

Dia melanjutkan, tanggul darurat Aek Sirahar di Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus jebol disapu air sungai yang cukup deras.

Kemudian, jalan penghubung Gunung Payung – Simarlelan di Kelurahan Lumut kembali mengalami longsor.

"Tadi pagi alat berat dari telah berada di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor," tutur Masinton.

Ia juga menyampoaikan, akses jalan di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri menuju Dusun III dan Desa Pagaran Honas kembali tertutup material kayu akibat banjir.

Dia berkata, jembatan Aramco di Desa Aloban dan Bair yang baru selesai dibangun TNI Angkatan Darat di Kecamatan Tapian Nauli hancur diterjang banjir deras, dan akses antar desa tersebut putus kembali.

'Sebagian warga masih mengungsi di GOR Pandan, puskesmas, dan sekolah," tutur Masinton.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI