Pemprov DKI Resmikan Maroedja Sport Park, Anggaran Tahap I Capai Rp10,9 Miliar

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mesmikan Maroedja Sport Park. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mesmikan Maroedja Sport Park. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Maroedja Sport Park di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 12 Februari 2026. Peresmian ruang terbuka hijau yang berdiri di atas lahan sekitar 2,2 hektare itu disebut sebagai bagian dari penataan Koridor Meruya sekaligus penguatan ekosistem olahraga ibu kota.

Kedatangan Pramono disambut sejumlah atlet muda dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta yang tengah berlatih di lapangan seluas 22.635 meter persegi tersebut.

Pramono mengatakan pembangunan Maroedja Sport Park merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta dalam memperbaiki dan menata lahan agar dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik. 

“Memang ini baru tahap pertama, nanti akan diselesaikan pada tahap kedua. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari penataan Kawasan Koridor Meruya untuk meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau publik serta menjadi wadah interaksi sosial di Jakarta,” kata dia.

Menurut Pramono, total anggaran pembangunan fasilitas itu mencapai Rp10,9 miliar dari kebutuhan sekitar Rp12 miliar. Ia meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Dispora DKI segera melanjutkan pembangunan tahap kedua.

“Nanti kalau tidak bisa diselesaikan, Pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Balai Kota akan turun tangan untuk menyelesaikan. Hal ini karena kita tengah berupaya mengembangkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai destinasi sport tourism terkemuka di kawasan regional,” tuturnya. 

Pramono menilai lokasi Maroedja Sport Park strategis dan dibutuhkan masyarakat sekitar. Ia menyebut fasilitas itu ke depan akan dilengkapi pencahayaan dan videotron agar bisa dimanfaatkan hingga malam hari. 

“Oleh karena itu, dengan kehadiran fasilitas umum ini, kami mengajak warga untuk turut merawat Maroedja Sport Park sebagai bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang,” ucap Pramono. 

Adapun Maroedja Sport Park sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Ki Aman. Kawasan ini dirancang dengan prinsip Sponge City Infrastructure dan dibangun dalam dua tahap dengan empat zona utama, yakni zona penerima, zona olahraga, zona rekreasi, dan zona penyerapan air.

Zona penerima mencakup gerbang utama, area parkir, dan toilet. Zona olahraga dilengkapi lapangan basket, mini soccer, serta jogging track. Adapun zona rekreasi meliputi forest cafe, playground, lapangan voli, dan plaza Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara itu, pada zona penyerapan air tersedia kolam retensi dan forest walk.

"Transformasi Lapangan Ki Aman menjadi Maroedja Sport Park melibatkan PT Atelier Enam Arsitek sebagai konsultan perencana, PT Jhuda Citraguna sebagai kontraktor pelaksana, dan PT Danureka Sarana Cipta sebagai konsultan pengawas," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI