Satgas Saber Polri Layangkan 128 Surat Teguran dan 3 Cabut Izin Usaha yang Langgar HET
SinPo.id - Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Polri mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I, periode 5-11 Februari 2026, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.
Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, tercatat selama sepekan telah dilakukan kegiatan pemantauan sebanyak 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Dari total pemantauan, mayoritas dilakukan pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono selaku Ketua Pengarah Satgas Saber, Kamis, 12 Februari 2026.
Satgas Saber juga melakukan tindakan atas temuan pelanggaran di lapangan, yaitu telah menerbitkan 128 surat teguran yang melanggar HET (Harga Eceran Tertinggi), 400 pengisian stok kosong di sejumlah titik pemantauan, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium.
"128 surat teguran HET dan mengeluarkan rekomendasi pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar pelaku usaha yang melanggar HET/HAP, keamanan dan mutu pangan," terangnya.
Pihaknya juga memastikan, dari hasil analisis harga di lapangan, menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Satgas terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia, pemerintah terus memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran, mulai dari gerakan pangan murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah. Karena itu dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan harga pangan.
"Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026," pungkasnya.
