Aziz Ghazanfari: Penolakan Syarat AS Bisa Picu Aksi Militer
SinPo.id - Pejabat senior Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Aziz Ghazanfari, menjelaskan bahwa Amerika Serikat memperingatkan Teheran untuk menerima seluruh syarat yang diajukan jika ingin menghindari perang dengan Washington.
Ghazanfari mengungkapkan bahwa AS mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap Iran jika menolak salah satu dari empat syarat yang diajukan. Dalam komentarnya yang dimuat oleh Sobh-e Sadegh, media mingguan yang berafiliasi dengan militer Iran, ia menyebut pesan itu disertai peringatan bahwa kegagalan menyetujui syarat-syarat AS akan membuat Iran rentan terhadap serangan militer.
Peringatan ini muncul di tengah kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, ke Oman untuk melakukan pembicaraan dengan Washington terkait program nuklir Iran. Larijani, yang merupakan penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi serta Sultan Haitham bin Tariq Al Said.
Negosiasi tidak langsung antara kedua negara dimulai di Muscat, Oman, Jumat lalu, melalui perantara, dan digambarkan sebagai tahap awal. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada N12 pada Selasa bahwa Amerika Serikat siap menyerang Iran jika negosiasi gagal, bahkan mempertimbangkan mengirimkan kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah.
"Either we will make a deal, or we will have to do something very tough like last time," ujar Trump kepada N12, seraya menambahkan bahwa AS memiliki "an armada that is heading there and another one might be going."
N12 juga melaporkan bahwa seorang pejabat AS mengonfirmasi kemungkinan pengerahan tambahan kelompok kapal induk ke Timur Tengah, yang saat ini sudah mencakup USS Lincoln dan sejumlah kapal lainnya.
Trump menambahkan bahwa Republik Islam Iran "really wants to make a deal" dan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menginginkan kesepakatan.
"I don't think Netanyahu is out of the negotiations with Iran. He wants a deal, too. He wants a good deal," kata Trump.
Netanyahu sendiri sedang menuju Washington untuk bertemu Trump dan menyampaikan "prinsip-prinsip" bagi negosiasi nuklir AS dengan Iran dalam pertemuan di Gedung Putih pada Rabu.
"I will present Trump with principles for negotiations with Iran that are important not only to Israel but to everyone who wants peace and security," ujar Netanyahu sebelum berangkat. "In my opinion, these are important principles for everyone who wants peace and security in the Middle East," tambahnya.
