Menko PMK: Lebih dari 70 Juta Warga Telah Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 10 Februari 2026 | 13:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (SinPo.id/Sigit Nuryadin)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (SinPo.id/Sigit Nuryadin)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut lebih dari 70 juta warga Indonesia telah memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang dijalankan pemerintah selama satu tahun terakhir.

“Alhamdulillah sudah lebih dari 70 juta rakyat Indonesia yang sudah menikmati layanan kesehatan gratis ini,” kata Pratikno saat berkunjung di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026.

Pratikno mengatakan kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah peluncuran program cek kesehatan gratis pada 10 Februari tahun lalu. Program ini, menurut dia, menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah, Pak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat kita harus semakin berkualitas dan titik pondasi awal dari berkualitas itu adalah sehat,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit melalui deteksi dini. “Mencegah itu lebih penting daripada mengobati. Ini bagian dari upaya untuk mendeteksi sakit diketahui seawal mungkin,” kata Pratikno.

Dalam kunjungannya, Pratikno meninjau langsung alur pelayanan di puskesmas. Dia menilai layanan cek kesehatan gratis kini semakin sederhana dan mudah diakses masyarakat.

“Pelayanannya sangat simpel, masuk ke dalam satu ruangan sudah hampir semuanya di situ ada cek segala macam,” ucapnya. Ia juga menyoroti pelayanan laboratorium dan pemeriksaan gigi yang terintegrasi. “Ini simpel sekali,” katanya.

Pratikno mengajak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurut dia, layanan cek kesehatan gratis kini tidak lagi terbatas pada momentum tertentu.

“Sekarang layanannya kan tidak semata-mata menunggu ulang tahun, setiap saat,” ujarnya. Selain di puskesmas, layanan juga tersedia di berbagai lokasi lain. “Bukan hanya di Puskesmas ya tetapi juga ada di kantor, di sekolah, di pabrik dan lain-lain,” kata dia.

Dia menegaskan kehadiran layanan ini merupakan bentuk peran negara dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Ini adalah penunjukan kehadiran negara untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pratikno berharap program tersebut dapat terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Harapan kami kita bisa meningkatkan kesehatan masyarakat sebaik-baiknya,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI