Menkomdigi: Disinformasi Mengikis Kepercayaan Publik terhadap Pers

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 08 Februari 2026 | 21:55 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (SinPo.id/ Sigit Nuryadin)
Menkomdigi Meutya Hafid (SinPo.id/ Sigit Nuryadin)

SinPo.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan tantangan utama pers nasional saat ini bukan hanya soal kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga keberlanjutan industri media di tengah banjir informasi. Menurut dia, disinformasi berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.

“Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan dan profesionalisme tetapi keberlanjutan,” kata Meutya dalam Konvensi Media Massa Hari Pers Nasional 2026 di Aston Serang Hotel, Banten, Minggu, 8 Februari 2026.

Meutya menekankan keberlanjutan pers harus dilihat dari beberapa aspek, mulai dari kekuatan ekonomi, konsistensi etika, hingga kepercayaan publik yang terus dijaga. Dia menilai derasnya arus informasi saat ini membuat tantangan tersebut semakin berat.

“Disinformasi itu mengikis kepercayaan terhadap produk-produk yang kita buat dalam kerangka pers,” ungkapnya. 

Menurut Meutya, penyebaran disinformasi bukan hanya merugikan masyarakat sebagai penerima informasi, tetapi juga berdampak langsung pada kredibilitas media. Dia mengingatkan, jika dibiarkan, disinformasi akan melemahkan posisi pers di mata publik.

“Sekali lagi disinformasi ujungnya akan mengikis produk-produk pers, karena itu kita jaga,” ujar Meutya. 

Meutya mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital membuka ruang dialog dengan insan pers untuk membahas masa depan industri media. Dia menegaskan pemerintah siap berdiskusi mengenai upaya menjaga kehidupan pers yang sehat sekaligus berkelanjutan secara ekonomi.

“Komdigi sangat terbuka dan siap berdiskusi terkait berkelanjutan kehidupan pers di tanah air yang sehat dan juga secara ekonomi lebih baik,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI