SBY Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 08 Februari 2026 | 21:26 WIB
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SinPo.id/ Dok. Partai Demokrat)
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SinPo.id/ Dok. Partai Demokrat)

SinPo.id -  Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, SBY menyebut bahwa mendukung kesuksesan kepemimpinan nasional adalah tanggung jawab kebangsaan demi kepentingan seluruh rakyat.

"Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua," ujar SBY dalam keterangannya, Minggu, 8 Februari 2026.

Bagi SBY, tantangan ekonomi masa depan menuntut Indonesia untuk segera beradaptasi dengan model Ekonomi Baru. Dia juga menggarisbawahi kemajuan tidak bisa dicapai secara instan atau sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan. 

SBY menawarkan tiga prinsip utama agar gagasan besar tidak berhenti menjadi sekadar jargon.

Petama, Right, Deep, and Comprehensive Thinking. Bagi SBY, memajukan bangsa harus dimulai dari pola pikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh. Bukan sekadar kebijakan reaktif, melainkan strategi yang matang.

Kedua, Implementasi Nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus tidak akan berdampak tanpa eksekusi yang efektif di lapangan agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai.

Ketiga, Kontinuitas dan Konsistensi. Berbekal pengalamannya sebagai Presiden Indonesia selama dua periode (2004-2014), SBY menegaskan negara membutuhkan prediktabilitas. Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, mulai dari 5, 10, hingga 15 tahun ke depan.

Dalam konteks kesejahteraan, SBY menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkeadilan. Artinya, ekonomi harus tumbuh tinggi namun tetap menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Konsep Ekonomi Baru ini harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia kompetitif di abad ke-21.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI