Rano Karno: Ruang Publik Harus Jadi Energi untuk UMKM dan Kreativitas Warga
SinPo.id - Kegiatan Jakarta Penuh Warna 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Februari 2026, menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah agenda budaya dan komunitas. Ribuan warga tetap memadati lokasi meski hujan mengguyur kawasan tersebut sejak pagi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan keterlibatan UMKM dalam kegiatan rutin di ruang publik merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi warga. Menurut dia, aktivitas ekonomi kreatif harus berjalan beriringan dengan seni, budaya, dan partisipasi komunitas.
“Kreativitas warga, termasuk UMKM, adalah energi yang menghidupkan Jakarta. Ruang publik harus memberi kesempatan bagi mereka untuk tumbuh,” kata Rano saat menghadiri acara tersebut, Minggu, 8 Februari 2026.
Dia menilai Jakarta Penuh Warna tidak hanya berfungsi sebagai hiburan akhir pekan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan, terutama bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha berbasis kreativitas.
Rano mendorong anak muda memanfaatkan ruang kolaborasi yang tersedia untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
“Jakarta membutuhkan anak-anak muda yang berani berkreasi dan mandiri secara ekonomi. Dari situ, kota yang inklusif bisa terwujud,” tuturnya.
Adapun Jakarta Penuh Warna merupakan kegiatan bulanan yang digelar bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Pada pelaksanaan kali ini kata dia, kegiatan dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-58 Kadin DKI Jakarta dan melibatkan berbagai mitra, di antaranya Palang Merah Indonesia, Karang Taruna DKI Jakarta, KORMI DKI Jakarta, Forum CSR DKI Jakarta, serta Grab Indonesia.
"Selain aktivitas UMKM, acara juga diisi dengan pertunjukan budaya, termasuk atraksi barongsai dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek. Anak-anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola di Jakarta turut tampil sebagai bagian dari semangat menyongsong Piala Dunia FIFA 2026," ujar Rano.
Rano menambahkan, pemerintah provinsi akan terus memaksimalkan ruang publik sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, seiring langkah Jakarta menuju kota global dan persiapan usia 500 tahun pada 2027.
“Ruang publik ke depan harus menjadi ruang hidup bagi ekonomi warga, sekaligus memperkuat budaya saling menghargai dalam keberagaman,” tandasnya.
