Harga Emas Dunia Melonjak Tajam, Investor Institusi Mulai Kurangi Taruhan di Tengah Fluktuasi Ekstrem
SinPo.id - Harga emas dunia kembali mencuri perhatian setelah melonjak tajam pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Logam mulia mencatat kenaikan hampir 4 persen dalam sehari, menutup pekan dengan pergerakan yang sangat volatil dan membuat pelaku pasar mulai waspada.
Berdasarkan data pasar spot, harga emas ditutup di level US$ 4.968,6 per troy ons, melonjak 3,98 persendibandingkan hari sebelumnya.
Sepanjang pekan ini, emas membukukan kenaikan 1,67 persen secara point-to-point, namun perjalanannya jauh dari kata stabil.
Pada awal pekan, Senin 2 Februari 2026, harga emas sempat anjlok tajam hingga 4,65 persen. Namun sehari kemudian, Selasa 3 Februari 2026 harga justru meroket 6,15 persen, disusul kenaikan tipis 0,38 persen pada Rabu.
Kamis 5 Februari 2026 emas kembali ambruk 3,76 persen, sebelum akhirnya pulih lagi hampir 4 persen pada Jumat.
Fluktuasi ekstrem ini membuat investor institusi mulai mengurangi posisi beli (long). Jumlah kontrak posisi beli pada pekan yang berakhir 3 Februari turun menjadi 93.438 kontrak, merosot 23 persen dibandingkan pekan sebelumnya dan menjadi level terendah dalam 15 minggu terakhir.
Analisis Teknikal: Bullish Tapi Overbought
Secara teknikal dalam perspektif mingguan, emas masih berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di level 75.
RSI di atas 50 menunjukkan tren naik masih kuat, namun angka di atas 70 juga menjadi sinyal bahwa pasar sudah memasuki area jenuh beli (overbought), sehingga risiko koreksi semakin besar.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 66, menandakan tekanan beli masih cukup dominan.
Untuk pekan depan, analis memperkirakan emas berpotensi terkoreksi dengan target support terdekat di US$ 4.784/troy ons (MA-5). Jika level ini tertembus, support berikutnya berada di US$ 4.562/troy ons (MA-10).
Namun jika emas kembali menguat, pasar akan mencermati level pivot di US$ 5.048/troy ons. Dari titik ini, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$ 5.230–5.413/troy ons.
Harga Emas Dalam Negeri Bergerak Beragam
Di pasar domestik, harga emas batangan juga menunjukkan pergerakan yang tidak seragam pada Sabtu (8/2/2026).
Produk emas Pegadaian seperti UBS dan Galeri24 tercatat mengalami penurunan, sementara emas Antam justru menguat.
Antam 1 gram: Rp2.920.000 (naik Rp30.000)
UBS 1 gram: Rp2.961.000 (turun Rp27.000)
Galeri24 1 gram: Rp2.946.000 (turun Rp28.000)
Kondisi ini mencerminkan pasar logam mulia yang masih bergejolak, sehingga investor disarankan memantau harga secara ketat sebelum melakukan transaksi.
Faktor Penyebab Fluktuasi
Beberapa faktor yang mendorong volatilitas emas dalam sepekan terakhir antara lain:
Penguatan dolar AS (DXY) yang menekan harga komoditas berbasis dolar
Aksi profit taking setelah reli besar di akhir Januari
Sentimen geopolitik dan ketidakpastian kebijakan ekonomi global
Selain itu, spread antara harga jual dan buyback saat ini cukup lebar, menandakan pasar masih dalam kondisi tidak stabil.
Catatan bagi Investor
Dengan kondisi pasar yang ekstrem, strategi paling aman bagi investor adalah mengamati pergerakan harga harian dan memperhatikan level support-resistance penting agar keputusan beli atau jual tetap berada dalam koridor aman.
Harga emas masih berpotensi menguat dalam jangka panjang sebagai aset safe haven, namun dalam waktu dekat risiko koreksi tetap terbuka lebar.

