Hector Souto Bangga Meski Indonesia Gagal Juara, Garuda Ukir Sejarah di Piala Asia Futsal 2026

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 08 Februari 2026 | 02:17 WIB
Piala Asia Futsal 2026
Piala Asia Futsal 2026

SinPo.id -  Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran lewat adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu.

Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, Indonesia harus puas menjadi runner up setelah kalah 4-5 dalam babak tos-tosan. Laga puncak berlangsung dramatis karena kedua tim bermain imbang 5-5 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini sungguh luar biasa,” ujar Souto dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih asal Spanyol itu menilai keberhasilan Indonesia menembus final dan memberi perlawanan sengit kepada Iran menjadi bukti perkembangan signifikan futsal nasional di level Asia.

Iran sendiri semakin menegaskan dominasinya sebagai raja futsal Asia dengan koleksi 14 gelar juara Piala Asia.

Souto menyebut salah satu kekuatan utama skuad Garuda pada laga tersebut adalah mentalitas para pemain yang mampu tampil tanpa gentar di bawah tekanan besar.

“Kami sangat kuat secara mental. Cara para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah,” katanya.

Indonesia sempat beberapa kali unggul dalam pertandingan. Gol-gol Garuda dicetak Reza Gunawan, Samuel Eko, serta hattrick Israr Megantara. Namun Iran terus mengejar hingga memaksa laga ditentukan lewat penalti.

Pada babak adu penalti, dua penendang Indonesia yakni Dewa Rizki dan Israr Megantara gagal menuntaskan tugas, sehingga Iran keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4.

Meski begitu, posisi runner up menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia Futsal.

Namun Souto juga mengakui bahwa Indonesia masih memiliki jarak kualitas dibandingkan negara-negara elite Asia.

“Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tempo kompetisi Asia jauh lebih tinggi dibandingkan liga domestik, sehingga menjadi tantangan besar bagi futsal Indonesia untuk terus berkembang.

Kendati gagal membawa pulang trofi, Indonesia tetap menorehkan sejarah baru dan menunjukkan bahwa Garuda kini mulai diperhitungkan di panggung futsal Asia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI