Legislator Minta Program Kepemudaan Tak Hanya Berfokus pada Kalangan Mahasiswa
SinPo.id - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan juga memberi ruang dan pemberdayaan bagi pemuda berprestasi yang tidak menempuh pendidikan tinggi formal.
Pasalnya, banyak program kepemudaan lebih menekankan pada pelatihan kepemimpinan yang menyasar aktivis organisasi mahasiswa, sementara pemuda berprestasi non mahasiswa justru kerap luput dari perhatian.
“Hampir semuanya itu programnya latihan kepemimpinan," kata Fikri, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
Menurutnya, program kepemudaan juga harus menjangkau pemuda yang tidak mengenyam pendidikan perguruan tinggi namun telah membuktikan prestasi nyata.
Fikri juga mengusulkan agar pemuda berprestasi nonmahasiswa tidak hanya didekati sebagai penerima program, tetapi juga dilibatkan sebagai narasumber dan inspirator bagi generasi muda lainnya.
Selain pemuda berprestasi non mahasiswa, Fikri juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pemuda penyandang disabilitas. Karena banyak di antara mereka yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat dunia. Seperti atlet sepak bola amputasi yang telah berkompetisi di tingkat internasional.
Ia menilai, pemuda berprestasi, baik nonmahasiswa maupun penyandang disabilitas, dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus mitra strategis bagi organisasi kepemudaan.
Oleh sebab itu, ia berharap, masukan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam bentuk program konkret dan akses dukungan yang lebih inklusif.
“Kalau bisa sih direalisasikan setelah ini. Jangan hanya wacana bagaimana caranya akses,” tandasnya.
