Presiden Iran Siap Mulai Pembicaraan Nuklir dengan AS
SinPo.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mengkonfirmasi dirinya telah memerintahkan dimulainya pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan hal-hal buruk jika tidak tercapai kesepakatan.
Meski Teheran bersikeras menginginkan diplomasi, pihaknya tetap berjanji akan memberikan respons tanpa batas terhadap agresi apa pun yang menargetkan Iran.
"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat lingkungan yang sesuai ada, yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal, untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata," tulis Pezeshkian dalam sebuah unggahan di X, dilansir dari CNA, Rabu, 4 Februari 2026.
Sementara itu, seorang pejabat senior dari negara Teluk, Uni Emirat Arab, mengatakan bahwa Iran perlu mencapai kesepakatan dan membangun kembali hubungan mereka dengan Amerika Serikat.
"Saya ingin melihat negosiasi langsung antara Iran dan Amerika yang mengarah pada pemahaman sehingga kita tidak menghadapi masalah ini setiap hari," kata penasihat presiden Anwar Gargash, merujuk pada ketegangan baru-baru ini.
Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Iran tentang di mana pembicaraan akan diadakan, tetapi seorang pejabat Arab, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pertemuan kemungkinan akan berlangsung di Turki pada hari Jumat mendatang.
Tetapi Iran telah berulang kali menegaskan pembicaraan harus tetap fokus hanya pada masalah nuklir, dan Iran menolak negosiasi tentang program rudal atau kemampuan pertahanannya.
