Antisipasi Hujan Ekstrem, BPBD DKI Terus Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan OMC dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menekan risiko hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.
“Operasi Modifikasi Cuaca merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem,” kata Isnawa dalam keterangannya dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut dia, pelaksanaan OMC pada Selasa, 3 Februari 2026, kemarin itu dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara.
"Operasi tersebut merupakan hasil kerja sama BPBD DKI Jakarta dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI AU, serta kementerian dan lembaga terkait," tuturnya.
Adapun pada sorti pertama yang dilaksanakan pagi hari, penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dengan target awan Stratocumulus, Stratus, dan Cumulus humilis pada ketinggian 7.000 hingga 8.000 kaki.
“Pada penerbangan ini digunakan bahan semai Kalsium Oksida sebanyak 800 kilogram,” ujar Isnawa.
Sementara itu, Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian di wilayah Selat Sunda pada ketinggian 9.100 hingga 9.400 kaki. Isnawa menyebut, pada tahap ini, digunakan bahan semai Natrium Klorida sebanyak 800 kilogram untuk mengarahkan potensi hujan ke wilayah perairan yang dinilai lebih aman.
"Sedangkan sorti ketiga dilakukan pada sore hari di wilayah Lebak, Banten, dengan target awan Stratocumulus dan Cumulus humilis yang memiliki puncak awan di bawah 7.000 kaki. Pada penerbangan ini kembali digunakan bahan semai Kalsium Oksida sebanyak 800 kilogram," ungkap dia.
Isnawa mengatakan seluruh penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif.
“Tujuannya agar potensi hujan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dan tidak membebani DKI Jakarta,” imbuhnya.
Dia menambahkan, BPBD DKI Jakarta memastikan evaluasi dilakukan setiap hari serta terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar pelaksanaan OMC berjalan aman, efektif, dan sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca terkini.
