BKSAP DPR: AI Harus Berdampak pada Ketahanan Ekonomi Rakyat
SinPo.id - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Amelia Anggraini, menegaskan agar pemanfaatan artificial intelligence (AI) harus berdampak langsung bagi ketahanan ekonomi rakyat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.
“Kalau kita bicara AI hari ini, saya ingin menggeser fokusnya dari AI sebagai tren menjadi AI sebagai alat bantu keputusan yang betul-betul menambah daya tahan ekonomi rakyat,” kata Amelia, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, AI harus diprioritaskan bagi pelaku usaha kecil yang bekerja dengan margin tipis dan menanggung risiko besar, akibat perubahan iklim dan kenaikan biaya produksi.
“AI seharusnya diprioritaskan untuk SME (Small Medium Enterprise) dan pelaku kecil yang membutuhkan bantuan inovasi dan variasi dalam pengambilan keputusan, bukan terutama untum digital native,” tegasnya.
Ia menilai, petani, nelayan, UMKM produksi, dan koperasi justru merupakan kelompok yang paling membutuhkan sistem pendukung keputusan. Seperti praktik komunitas petani di Indramayu yang secara konsisten mencatat curah hujan harian dan menggunakan akumulasi data tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Ada petani yang menunda tanam atau mengubah strategi agar tidak gagal panen, bahkan menurunkan frekuensi penyemprotan pestisida secara signifikan karena keputusan berbasis pengamatan dan pola,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, kata Amelia, AI haru bisa berperan sebagai pendamping keputusan. Karena AI yang dibutuhkan harus bisa mempercepat analisis, membuat skenario tanam, memberi peringatan risiko hama dan cuaca, serta menutup gap literasi data.
Meski demikian, pihaknya juga menekankan pentingnya memasukkan pengetahuan lokal sebagai basis pengembangan AI nasional. Karena yang hanya berbasis data global berpotensi menghasilkan rekomendasi yang generik dan bias.
