Rubio: 40 Ribu Pasukan AS di Timur Tengah dalam Jangkauan Rudal Iran

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 29 Januari 2026 | 05:26 WIB
Rudal (pixabay)
Rudal (pixabay)

SinPo.id -  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memperingatkan bahwa sekitar 30.000 hingga 40.000 pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran. Ia juga menekankan bahwa tidak ada alternatif jelas mengenai siapa yang akan memimpin Iran jika pemimpin tertinggi negara itu digulingkan.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu (28/1), Rubio menegaskan bahwa struktur politik Iran telah bertahan selama puluhan tahun dan setiap upaya untuk membongkarnya membutuhkan “pertimbangan yang sangat hati-hati,” termasuk dampaknya terhadap pasukan AS di kawasan.

“Pasukan kami tersebar di sembilan lokasi di Timur Tengah dan terpapar kemampuan Iran. Namun mereka siap membela diri jika diserang,” kata Rubio.

Armada AS Dekat Iran

Pernyataan Rubio muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran tengah mencari jalur negosiasi. Trump menegaskan Washington kini memiliki “armada besar di dekat Iran, lebih besar dari Venezuela,” merujuk pada USS Abraham Lincoln carrier strike group yang memasuki area Komando Pusat AS pada 26 Januari. Meski demikian, Trump belum membuat keputusan final terkait aksi militer.

Latar Belakang Ketegangan

Washington sebelumnya mempertimbangkan serangan setelah Iran menanggapi gelombang protes besar pada Desember 2025. Menurut kelompok HAM HRANA, hingga hari ke-31 kerusuhan tercatat 6.221 kematian, termasuk 5.858 demonstran dan 100 anak-anak, serta lebih dari 42.000 penangkapan dan 11.000 luka berat.

Posisi Iran

Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi, namun menolak tuntutan AS yang mencakup penghapusan seluruh uranium yang diperkaya, pembatasan pengembangan rudal jarak jauh, serta penghentian dukungan terhadap kelompok bersenjata regional seperti Hezbollah di Lebanon, faksi bersenjata di Irak, dan Houthi di Yaman.

Sementara itu, Komandan IRGC Mohammad Pakpour menegaskan bahwa setiap serangan AS, baik terbatas maupun luas, akan dianggap sebagai “perang total”.

“Iran sudah menaruh jarinya di pelatuk,” tegas Pakpour.

Pernyataan Rubio menyoroti dilema strategis Washington: menjaga postur militer untuk melindungi pasukan dan sekutu, sekaligus menghadapi ancaman eskalasi dari Iran yang menegaskan kesiapan perang. Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, dengan risiko besar terhadap stabilitas regional dan keamanan energi global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI