PBB soal Pertempuran di Sudan: Lebih dari 88 Ribu Orang di Wilayah Kordofan Mengungsi
SinPo.id - PBB mengingatkan pertempuran di wilayah Kordofan, Sudan telah menyebabkan lebih dari 88 ribu orang mengungsi dalam beberapa bulan terakhir, karena terbatasnya akses kemanusiaan dan kondisi yang kian semakin memburuk.
"Situasi di Dilling, yang merupakan kota terbesar kedua di negara bagian Kordofan Selatan, tetap sangat tidak stabil," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric selama konferensi pers. Dansir dari Anadolu, Kamis, 29 Januari 2026.
"Rekan-rekan kemanusiaan kami mengatakan bahwa jalur akses masih terputus, dan isolasi kota yang berkepanjangan telah mendorong kondisi ke tingkat krisis," imbuhnya.
Menurutnya, operasi kemanusiaan sangat terbatas, karena hanya sedikit organisasi non-pemerintah yang beroperasi di bawah banyaknya kendala dan tantangan yang berat.
"Separuh dari penduduk sipil Dilling mengungsi tahun lalu, sementara mereka yang tetap tinggal menghadapi kekurangan makanan, perawatan kesehatan, dan layanan dasar lainnya yang kritis," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Dujarric mendesak pihak-pihak di Sudan untuk segera menghentikan kekerasan, terutama yang menargetkan warga sipil, dan melakukan dialog menuju perdamaian, agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat Sudan.
Diketahui, konflik antara militer Sudan dan RSF, yang dimulai pada April 2023, telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Dari 18 negara bagian Sudan, RSF menguasai kelima negara bagian di wilayah Darfur barat, kecuali sebagian wilayah Darfur Utara yang masih berada di bawah kendali militer. Sementara militer menguasai sebagian besar wilayah dari 13 negara bagian lainnya di selatan, utara, timur, dan tengah negara, termasuk ibu kota, Khartoum.
