Legislator PKS Desak Evaluasi Harga Tiket Pesawat demi Konektivitas Nasional

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 27 Januari 2026 | 17:49 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty (SinPo.id/Istimewa)
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menyoroti mahalnya harga tiket pesawat domestik yang menghambat konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, serta pengembangan ekonomi dan pariwisata nasional.

Saadiah mengungkapkan bahwa isu harga tiket pesawat menjadi salah satu agenda penting yang akan disampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengingat moda transportasi udara memiliki peran strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

"Moda transportasi pesawat ini sangat penting dan strategis, bukan hanya untuk perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga diharapkan menjadi sarana transportasi massal yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu," kata Saadiah di Kompleks Parlemen, Jakarta, 27 Januari 2026.

Legislator dari Fraksi PKS itu mempertanyakan tingginya harga tiket penerbangan domestik yang dinilai tidak rasional jika dibandingkan dengan penerbangan ke luar negeri.

"Kenapa tiket pesawat di Indonesia bisa lebih mahal dibandingkan tiket pesawat ke luar negeri? Bahkan ada relawan yang harus ke Malaysia dulu untuk bisa ke Aceh karena tiketnya lebih murah," kata Saadiah.

Saadiah juga menyoroti keluhan masyarakat terkait mahalnya tiket ke wilayah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, yang harganya bisa mencapai di atas Rp10 juta, terutama untuk rute perintis.

"Ke Papua mahal sekali, bahkan sampai di atas 10 jutaan. Ini jelas menjadi keluhan serius masyarakat dan pengguna transportasi udara kita," ucapnya.

Menurutnya, tingginya harga tiket pesawat berdampak langsung pada terhambatnya mobilitas orang, distribusi ekonomi, serta promosi potensi pariwisata daerah.

"Kalau konektivitas tidak terbuka, mobilitas orang tidak terjadi, maka potensi wisata dan ekonomi daerah tidak akan maksimal. Padahal Indonesia punya Raja Ampat, Ora, Nusa Tenggara, dan banyak destinasi luar biasa yang seharusnya bisa diakses dengan lebih mudah," ucap Saadiah.

Dia pun mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan penyesuaian harga tiket agar lebih terjangkau dan berkeadilan.

"Aspirasi ini kami sampaikan agar harga tiket pesawat bisa disesuaikan dengan batasan operasional dan harga yang layak, sehingga benar-benar bisa dijangkau oleh masyarakat," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI