Wakil Ketua Komisi X DPR Soroti Rendahnya Kesejahteraan Guru Honorer

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 27 Januari 2026 | 17:32 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menyoroti rendahnya insentif yang diberikan pemerintah kepada guru honorer. Ia menilai, kesejahteraan guru honorer saat ini masih sangat memprihatinkan.

"Ya kami di komisi sepuluh sebenarnya selalu menyuarakan, pertama tentang kesejahteraan guru," kata Lalu, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurutnya, insentif untuk guru honorer saat ini sangat tidak layak, sehingga perlu adanya gaji tetap yang layak untuk bisa memenuhi kebutuhan harian mereka, mengingat guru honorer mengajar setiap hari.

"Hari ini kita masih melihat guru honorer yang hidup dengan Rp250 ribu per bulan, ini sungguh sangat tidak layak. negara yang begitu besar dan kaya menggaji guru dengan angka seperti itu," ungkapnya.

"Walaupun mereka berstatus honorer, faktanya mereka terus mengabdi, setiap hari masuk, mengajar, mendidik, dan mempersiapkan generasi bangsa," kata Lalu menambahkan.

Oleh sebab itu, pihaknya menekankan perlu adanya upah minimum atau gaji bagi guru honorer yang layak, dari 20 persen mandatory spending anggaran pendidikan.

"Kalau saja anggaran pendidikan kita yang 20 persen mandatory spending yang ada di konstitusi itu betul-betul diperuntukkan untuk kepentingan pendidikan, maka gaji guru menurut hitungan Komisi X itu minimal Rp5 juta," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan insentif untuk guru honorer dari awalnya Rp 300.000 menjadi Rp 400.000 pada tahun 2026. Namun kenaikan insentif tersebut masih dinilai belum memcukupi kebutuhan guru dan jauh dari kata layak.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI