Home /

Kemenhaj Siapkan Produk Dalam Negeri untuk Konsumsi Jemaah di Arab Saudi

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 18:32 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Jaenal Effendi (SinPo.id/Dok. Kemenhaj)
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Jaenal Effendi (SinPo.id/Dok. Kemenhaj)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong pemanfaatan produk dalam negeri, termasuk bumbu masak, makanan siap saji, hingga beras Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan pada tahun 2026 kebutuhan bumbu masak untuk jemaah haji mencapai lebih dari 400 ton. Selain itu, kebutuhan makanan siap saji atau ready to eat (RTE) diperkirakan mencapai sekitar 3,9 juta paket.

“Bumbu ini di tahun ini sekitar 400 ton lebih. Kemudian RTE-nya sekitar 3.900.000 paket untuk bisa dikonsumsi di sana. Ini harapannya bisa menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM di Indonesia,” kata Jaenal, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Jaenal, pemenuhan kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah menjadi peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional untuk masuk ke rantai pasok global, khususnya di Arab Saudi.

Selain produk olahan, Kemenhaj juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengekspor beras Indonesia ke Arab Saudi. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden RI dan Menteri terkait, menyusul kondisi surplus panen beras nasional.

“Sudah saatnya Indonesia melakukan ekspor beras. Berdasarkan koordinasi dengan Bulog dan Kementerian Pertanian, saat ini pemerintah mengalami surplus panen raya sekitar 2 juta ton lebih,” ujar Jaenal.

Ia menjelaskan, ekspor beras tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ibadah haji, dan ke depan bisa berlanjut untuk kebutuhan umrah secara berkelanjutan.

“Ini untuk ‘pecah telur’ di Arab Saudi, terutama untuk keperluan ibadah haji. Syukur-syukur bisa sustain untuk umrah,” katanya.

Jaenal menilai, penggunaan beras Indonesia memiliki nilai penting bagi kenyamanan jemaah. Menurutnya, banyak jemaah haji Indonesia, khususnya yang berasal dari pedesaan, lebih terbiasa mengonsumsi beras lokal.

“Masyarakat kita rindu dan cinta bisa makan beras sendiri dari Indonesia. Banyak jemaah yang belum terbiasa dengan beras non-Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap, penggunaan beras Indonesia dapat meningkatkan kepuasan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Ini poin penting agar jemaah kita merasa lebih nyaman dan bahagia, bisa merasakan beras Indonesia yang pulen dan enak,” tandas Jaenal.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI