Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung 2027

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 27 Januari 2026 | 12:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemprov menargetkan penyelesaian normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah pada 2027, sebagai bagian dari strategi menekan risiko banjir di wilayah utara Jakarta. 

Dia menyebut, proyek tersebut tidak lagi dikerjakan parsial, menyusul evaluasi dampak banjir yang berulang di kawasan padat permukiman.

Pramono menilai kapasitas aliran Kali Cakung Lama sudah tidak lagi memadai akibat sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun. 

“Kalau dikerjakan setengah-setengah, hasilnya tidak akan terasa. Karena itu kami putuskan harus diselesaikan sampai ujung,” kata Pramono 
saat meninjau pengerukan sungai di Kelurahan Pegangsaan Dua, Cilincing, Selasa, 27 Januari 2026.

Adapun normalisasi Kali Cakung Lama mencakup sepanjang 8,5 kilometer yang terbagi dalam 17 segmen. Berdasarkan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat target pengerukan mencapai sekitar 45 ribu meter kubik sedimen. 

"Hingga Januari 2026, volume yang telah diangkat baru mencapai sekitar 13 ribu meter kubik," ungkapnya. 

Menurut Pramono, proyek ini berdampak langsung pada wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, seperti Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, dan Semper Barat. Dia menyebut penyempitan alur sungai di bagian hilir menjadi salah satu penyebab air mudah meluap saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Di beberapa titik ada bottleneck, termasuk di kawasan Sungai Begog. Ini yang akan kami benahi dengan pelebaran saluran. Kalau tidak, air akan terus tertahan,” ujar Pramono. 

Selain itu, kata Pramono, pelebaran muara sungai direncanakan hingga sekitar 15 meter dan akan dilengkapi jalan inspeksi. Menurutnya, pemerintah juga membuka kemungkinan pembebasan lahan jika diperlukan.

"Pengerukan dilakukan menggunakan lima alat berat dan lima unit truk pengangkut, dengan kapasitas angkut masing-masing lima meter kubik," ucap dia. 

"Pekerjaan dilakukan secara rutin, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan," sambungnya. 

Pramono menegaskan normalisasi sungai tidak berdiri sendiri. Pemprov DKI, kata dia, tetap mengandalkan langkah jangka pendek seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meredam curah hujan ekstrem. 

“OMC ini bukan solusi permanen, tapi penting untuk menahan dampak hujan sambil pekerjaan fisik di lapangan berjalan,” imbuh dia. 

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran OMC selama satu bulan dan membuka opsi perpanjangan hingga awal Februari jika kondisi cuaca memburuk. 

Pramono menyebut koordinasi dengan DPRD dan BMKG terus dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan penanganan banjir secara bertahap.

Selain normalisasi sungai, lanjutnya, pemerintah daerah juga masih menempatkan proyek besar seperti NCICD dan Giant Sea Wall sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengendalian banjir Jakarta. 

“Semua harus berjalan bersamaan. Tidak bisa hanya mengandalkan satu cara,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI