Rusia Lancarkan Serangan Brutal ke Ukraina, Jutaan Orang Kehilangan Aliran Listrik
SinPo.id - Presiden Rusia Vladimir Putin, memerintahkan serangan brutal terhadap Kyiv, ibu kota Ukraina, hingga menyebabkan jutaan orang kehilangan aliran listrik.
Menurut pejabat Ukraina, serangan tersebut terjadi ketika perundingan perdamaian trilateral kedua yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) sedang berlangsung di Abu Dhabi.
Namun di tengah berjalannya perundingan tersebut, Rusia terus melancarkan serangan besar-besaran dan menyebabkan puluhan orang terluka di Kyiv dan Kharkiv, dengan setidaknya satu orang tewas di ibu kota.
“Secara sinis, Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran yang brutal terhadap Ukraina tepat ketika delegasi sedang bertemu di Abu Dhabi untuk memajukan proses perdamaian yang dipimpin Amerika,” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di X. Dilansir dari The Independent, Senin, 26 Januari 2026.
“Rudal-rudalnya tidak hanya mengenai rakyat kami, tetapi juga meja perundingan," imbuhnya.
Sementara itu, serangan terhadap sistem energi Ukraina juga menyebabkan 1,2 juta rumah dan bangunan tempat tinggal tinggal kehilangan aliran listrik dengan suhu di Kyiv berkisar sekitar -10 derajat Celcius.
Negosiasi dua hari antara Rusia dan Ukraina, yang dimediasi oleh AS, berakhir tanpa terobosan signifikan.
Dalam perundingan tersebut, wilayah Donbas, termasuk wilayah Donetsk dan Luhansk yang sebagian besar diduduki Rusia, tetap menjadi titik permasalahan bagi kedua negara.
