Iran Pasang Mural Peringatan di Teheran, Ingatkan AS Agar Tak Lancarkan Serangan Militer

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 06:51 WIB
Threat to US. Pic: AP
Threat to US. Pic: AP

SinPo.id -  Sebuah mural baru bernada peringatan terhadap Amerika Serikat dipasang di salah satu alun-alun pusat Kota Teheran, Iran. Mural tersebut memperingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan militer ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Lukisan yang terpampang di Enghelab Square itu menampilkan gambar pesawat-pesawat tempur rusak di dek kapal induk, disertai slogan bertuliskan, “If you sow the wind, you will reap the whirlwind” atau “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai”, dalam bahasa Persia dan Inggris.

Pemasangan mural ini terjadi setelah seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan diperlakukan sebagai “perang terbuka sepenuhnya”, menyusul rencana kedatangan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perusak rudal berpemandu ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Enghelab Square diketahui kerap digunakan pemerintah Iran untuk menggelar berbagai kegiatan resmi, dan mural di lokasi tersebut sering diubah sesuai dengan momen nasional maupun situasi politik terkini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan pengerahan aset militer tersebut dilakukan “untuk berjaga-jaga” apabila ia memutuskan mengambil tindakan terhadap Iran.
“Kami memiliki armada besar yang bergerak ke arah itu dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya,” ujar Trump, Kamis lalu.

Trump juga sempat menyerukan agar para demonstran di Iran terus melakukan protes dan menjanjikan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”. Pernyataan itu muncul di tengah laporan ribuan pengunjuk rasa tewas dan puluhan ribu lainnya ditangkap oleh aparat Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Trump mengklaim Iran telah menghentikan eksekusi terhadap sekitar 800 demonstran yang ditahan, klaim yang kemudian dibantah keras oleh jaksa agung Iran dan disebut “sepenuhnya tidak benar”.

Ketegangan AS-Iran terus meningkat setelah Trump menyatakan bahwa jika aksi militer dilakukan, dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu, yang menurutnya “akan terlihat seperti hal sepele”.

Militer Amerika Serikat sendiri tercatat beberapa kali mengirim tambahan pasukan dan armada ke Timur Tengah pada saat ketegangan meningkat. Langkah tersebut kerap disebut sebagai tindakan defensif, meski pada tahun lalu pengerahan besar-besaran dilakukan menjelang serangan langsung ke program nuklir Iran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI