Legislator: Promosi Pariwisata Indonesia Harus Diimbangi Kesiapan Infrastruktur

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 22 Januari 2026 | 09:53 WIB
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini (SinPo.id/ Tim Media)
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini (SinPo.id/ Tim Media)

SinPo.id - Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini, mengatakan gencarnya promosi pariwisata Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan rencana tata ruang destinasi yang memadai.

Sehingga, pihaknya meminta agar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) fokus pada pembangunan infrastruktur dasar sebagai core strategy pariwisata nasional.

“Promosi kita luar biasa gencar, sampai ke luar negeri. Tapi pertanyaannya, apakah infrastruktur kita sudah siap menerima wisatawan? Jelas belum," kata Novita, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 22 Januari 2026.

"Harusnya anggarannya dipakai untuk membenahi akses akses jalan menuju destinasi pariwisata dan pemerataan tata ruang pariwisata secara merata," imbuhnya.

Menurutnya, sebagian anggaran promosi pariwisata lebih bijaksana dialihkan untuk pembenahan infrastruktur dasar, terutama akses jalan, sanitasi, konektivitas dengan moda transportasi publik antar destinasi.

“Promosi tanpa kesiapan infrastruktur itu seperti menjual janji. Kementerian pariwisata belum menyiapkan strategi visi jangka panjang yang lebih subtansial untuk kemajuan pariwisata alih alih hanya fokus mengerjakan proyek event saja," ungkapnya.

Ia pun menilai Kemnpar belum cukup kuat memastikan pembangunan destinasi berjalan selaras dengan tata ruang ekologis. Sehingga dibutuhkan koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian PUPR, Perhubungan, KLHK, dan BUMN, dalam pembangunan fisik pendukung pariwisata.

“Pariwisata tidak bisa hanya berbicara event dan promosi saja. Pariwisata harus lebih berani memikirkan grand desain infrastruktur 10 tahun mendatang, jika tidak Pariwisata Indonesia akan tenggelam," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI