Mayoritas Negara Uni Eropa Tolak Ajakan AS Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 02:48 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Global Giving)
Ilustrasi. (SinPo.id/Global Giving)

SinPo.id -  Sebagian besar negara anggota Uni Eropa (EU) menolak undangan Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump. Penolakan tersebut dilaporkan Financial Times pada Rabu 21 Januari 2026, sebagaimana dilansir Antara.

Mengutip sumber yang memahami persoalan tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa banyak kalangan di Eropa khawatir inisiatif AS bertujuan menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai forum utama dalam upaya penyelesaian konflik global.

Kekhawatiran negara-negara EU juga dipicu oleh fakta bahwa undangan keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza turut disampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Langkah tersebut dinilai sensitif, mengingat posisi Rusia dalam konflik internasional, termasuk perang di Ukraina.

Pekan lalu, Presiden Trump secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Dewan ini diisi oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Selain itu, terdapat pula mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

Trump juga mengundang pemimpin dari beberapa negara lain, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung dalam organisasi rintisan tersebut. Pada Selasa (20/1/2026), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memastikan bahwa Presiden Putin telah menerima undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.

Meski demikian, Peskov menyatakan Moskwa belum menerima rincian lebih lanjut terkait inisiatif tersebut. Rusia, kata dia, masih menunggu klarifikasi tambahan melalui komunikasi lanjutan dengan pihak AS.

Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko telah secara resmi menandatangani kesepakatan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Keputusan tersebut menandai babak baru dalam upaya normalisasi hubungan antara Minsk dan Washington, setelah bertahun-tahun Belarus berada dalam isolasi internasional.

Saluran Telegram resmi Kepresidenan Belarus mengunggah video yang memperlihatkan Lukashenko menandatangani dokumen keanggotaan. Dalam keterangannya, Lukashenko menyatakan harapan agar peran barunya dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan, termasuk berkontribusi terhadap upaya perdamaian di Ukraina, sebagaimana dilaporkan Kyiv Post.

Meski demikian, sikap kompak negara-negara Uni Eropa yang menolak ajakan AS menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan tajam terkait mekanisme dan legitimasi Dewan Perdamaian Gaza di tengah dinamika geopolitik global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI