Truk TNI AD Kecelakaan di Bireuen Aceh, Satu Perwira Gugur Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 02:50 WIB
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di Aceh (SinPo.id/Tim Media)
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di Aceh (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id -  Truk dinas TNI Angkatan Darat jenis Isuzu MPS 3911-05 milik Yonzipur 16/Dhika Anoraga mengalami kecelakaan tunggal di Kilometer 22 Desa Kreung Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Kendaraan tersebut ditumpangi 10 personel TNI AD.

Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, Rabu 21 Januari 2026, saat kendaraan melaju dari arah Kabupaten Bener Meriah menuju Kabupaten Bireuen.

“Kendaraan yang melaju dari arah Kabupaten Bener Meriah menuju Kabupaten Bireuen tersebut diduga keluar jalur saat melintasi tikungan tajam,” ujar Joko dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Menurut Joko, para prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga sedang dalam perjalanan kembali ke Banda Aceh setelah menyelesaikan pembangunan jembatan bailey di Kampung KR Pelang, Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan tersebut sebelumnya putus akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

“Jembatan darurat itu dibangun untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor,” jelasnya.

Sebelum kembali ke satuan, para prajurit memastikan jembatan bailey yang dibangun telah aman dan dapat digunakan oleh masyarakat. Mereka pun berpamitan dengan warga setempat dalam suasana haru, disertai ucapan terima kasih dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat pengabdian para prajurit TNI AD.

Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, satu perwira TNI AD, Kapten Czi Muhammad Syauqi Ichwanto, gugur. Selain itu, lima personel mengalami luka berat dan empat lainnya luka ringan. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Fauziah Bireuen.

Sementara itu, jenazah Kapten Czi Muhammad Syauqi Ichwanto dievakuasi ke Banda Aceh dan selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka di Jalan Manggis Nomor 83A, RT 4/RW 4, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo memimpin langsung upacara pelepasan jenazah secara militer. Upacara tersebut digelar di Cargo Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

“Upacara pelepasan jenazah dilaksanakan sebagai wujud penghormatan negara kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas negara dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh,” kata Joko.

Pangdam IM juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Kapten Czi Muhammad Syauqi Ichwanto dikenal sebagai prajurit berdedikasi tinggi yang menunjukkan loyalitas dan tanggung jawab besar dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Almarhum adalah prajurit yang berdedikasi tinggi dan memiliki semangat pengabdian yang tulus kepada negara dan bangsa. Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodam Iskandar Muda, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” tutur Joko.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Talitha Rahma Syauqi, serta seorang putri, Zenia Syagita Ramadhani, yang masih berusia balita.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengabdian prajurit TNI tidak hanya dilakukan di medan tempur, tetapi juga melalui misi kemanusiaan dan pembangunan untuk rakyat. Pengabdian prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga akan selalu dikenang masyarakat Aceh sebagai wujud nyata hadirnya negara di tengah rakyat yang tertimpa musibah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI