Jakarta Diguyur Hujan Lebat, Pramono Anung Siapkan WFH dan Belajar dari Rumah

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 01:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/Beritajakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/Beritajakarta)

SinPo.id -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menginstruksikan penerapan work from home (WFH) bagi pegawai serta belajar dari rumah bagi pelajar apabila Jakarta diguyur hujan lebat. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah antisipasi ketika curah hujan tinggi berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.

“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita (pelajar),” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 21 Januari 2026

Pramono mencontohkan hujan lebat yang melanda Jakarta pada Sabtu 17 Januari dan Minggu 18 Januari 2026. Menurutnya, pada saat itu kebijakan WFH tidak perlu diberlakukan karena bertepatan dengan libur panjang sehingga tidak mengganggu aktivitas perkantoran dan sekolah.

Meski demikian, ia berharap kondisi cuaca di Jakarta tetap stabil agar kebijakan WFH dan belajar dari rumah tidak perlu diterapkan. Pramono mengaku penerapan kebijakan tersebut hanya akan dilakukan jika memang kondisi cuaca ekstrem kembali terjadi di hari kerja.

“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,” ungkapnya.

Selain menyiapkan kebijakan WFH, Pramono juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta. Menurutnya, penggunaan kendaraan pribadi justru berpotensi memperparah kemacetan ketika kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ucap Pramono.

Ia menambahkan, sistem transportasi umum di Jakarta saat ini sudah terintegrasi dengan cukup baik. Berbagai moda transportasi seperti LRT, MRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans telah saling terkoneksi dan dapat dimanfaatkan warga untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Pramono pun berharap masyarakat, khususnya yang berada di usia produktif, mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Apalagi, sebagian layanan transportasi umum di Jakarta kini telah digratiskan untuk kelompok tertentu.

“Sebagai Gubernur Jakarta saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan, mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” tutup Pramono.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI