Anggota DPR: Pemulihan Dokumen Pertanahan Dampak Bencana Sumatra Jadi Tantangan
SinPo.id - Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe, mengatakan pemulihan dokumen pertanahan yang musnah pascabencana di Sumatra menjadi tantangan bagi pemerintah, lantaran masih banyak yang belum terdigitalisasi.
“Saudara-saudara kita yang kena dampak bencana itu, yang lahannya hilang dalam tanda kutip, ATR/BPN telah mengalami situasi dan keadaan warkah tanah hilang, gambar situasi tanah hilang. Ini enggak mudah,” kata Taufan, dalam keterangan persnya, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, kondisi warkah (warkat tanah) dan gambar situasi yang hilang akibat bencana membuat proses verifikasi kepemilikan menjadi sangat rumit, dan tingkat kesulitan pemulihan data bergantung pada tahun penerbitan sertifikat.
“Tapi khusus untuk sertifikat tahun 1997 ke atas, itu relatif aman, data digitalisasinya ada. Tapi yang ke bawah, ini bukan persoalan mudah,” jelasnya.
Meski demikian, Taufan juga mengapresiasi Menteri ATR/BPN yang telah mengambil langkah responsif dengan mengalokasikan anggaran khusus. Pasalnya, hal itu sangat krusial agar hak-hak keperdataan korban bencana dapat dipulihkan kembali.
“Tapi saya mengapresiasi Bapak Menteri ATR/BPN menyiapkan dana untuk melakukan recoveey, memperbaiki situasi keadaan, menganggarkan agar supaya warkah-warkah yang hilang, gambar situasi yang hilang, bisa dipulihkan,” tandasnya.
