Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Siapkan Rp31 Miliar untuk Modifikasi Cuaca

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:41 WIB
Proses modifikasi cuaca Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Proses modifikasi cuaca Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang 2026 guna mengantisipasi hujan berintensitas tinggi yang berpotensi memicu banjir.

“Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar," kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohammad Yohan saat dikonfirmasi Sabtu, 17 Januari 2026.

Yohan mengatakan, awalnya anggaran OMC pada 2026 hanya disiapkan sebesar Rp7 miliar. Namun, kata dia, jumlah tersebut bertambah setelah adanya rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Awalnya itu hanya dialokasikan Rp7 miliar. Tapi berdasarkan rekomendasi BMKG, pada 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi,” ungkap dia. 

Menurut dia, penambahan anggaran itu juga berkaitan dengan rencana pelaksanaan OMC pada musim kemarau. Berbeda dengan OMC saat musim hujan yang bertujuan menurunkan hujan di laut, OMC pada musim kering justru diarahkan agar hujan turun di daratan.

“Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” ujar Yohan.

Kendati demikian, Yohan menegaskan anggaran tersebut tidak harus terserap seluruhnya. Pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat kerawanan banjir.

“Kalau situasinya cukup kondusif, ya tidak kita lakukan,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, BPBD DKI Jakarta juga menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk pelaksanaan OMC pada periode awal hingga pertengahan 2026.

“Itu dipersiapkan sekitar Rp7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu terserap semua,” ucap Yohan.

Dia menjelaskan, kebutuhan anggaran sangat bergantung pada jumlah bahan semai awan yang digunakan. Dalam satu kali penerbangan, kata Yohan, pesawat OMC dapat membawa 800 kilogram hingga 1 ton garam atau Natrium Klorida (NaCl).

“Satu hari itu 3 penerbangan. Itu detail-detailnya ada hitung-hitungan dari BMKG. Berapa NaCl yang harus dibawa,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI