Modifikasi Cuaca, Pemprov DKI Sebar Satu Ton Garam Sekali Penerbangan

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:56 WIB
Pesawat melakukan Modifikasi cuaca (SinPo.id/Beritajakarta)
Pesawat melakukan Modifikasi cuaca (SinPo.id/Beritajakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang 2026 dengan kebutuhan bahan semai awan berupa 800 kilogram hingga satu ton garam atau Natrium Klorida (NaCl) dalam setiap penerbangan.

“Satu hari itu tiga penerbangan. Itu detail-detailnya ada hitung-hitungan dari BMKG. Berapa NaCl yang harus dibawa,” kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan, Sabtu, 17 Januari 2026.

Yohan mengatakan, kebutuhan garam tersebut menjadi salah satu dasar penghitungan anggaran OMC yang secara total mencapai Rp31 miliar untuk 2026. 

Menurutnya, anggaran itu disiapkan untuk mengantisipasi hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir di Jakarta.

“Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar,” ungkapnya. 

Menurut Yohan, jumlah garam yang ditebarkan tidak selalu sama dalam setiap operasi. Penentuan muatan NaCl bergantung pada analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Awalnya, kata dia, anggaran OMC hanya dialokasikan sebesar Rp7 miliar. Namun, setelah mempertimbangkan proyeksi cuaca pada 2026, pemerintah provinsi menambah anggaran tersebut.

“Awalnya itu hanya dialokasikan Rp7 miliar. Tapi berdasarkan rekomendasi BMKG, pada 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi,” ujar Yohan.

Lebih jauh, dia juga menjelaskan, OMC tidak hanya dilakukan pada musim hujan. Pada musim kemarau, metode yang digunakan berbeda karena hujan justru diarahkan agar turun di wilayah daratan.

“Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” kata Yohan.

Kendati demikian, Yohan menegaskan anggaran maupun penggunaan garam tidak akan dipaksakan apabila kondisi cuaca dinilai cukup aman.

“Kalau situasinya kondusif, OMC tidak kita lakukan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI