Pejabat AS dan Iran Saling Berhadapan di Tengah Meningkatnya Ketegangan

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 16 Januari 2026 | 15:14 WIB
Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran saling berhadapan di Dewan Keamanan PBB. (SinPo.id/AFP)
Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran saling berhadapan di Dewan Keamanan PBB. (SinPo.id/AFP)

SinPo.id - Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran, akhirnya saling berhadapan di Dewan Keamanan PBB di tengah meningkatnya ketegangan dan meluasnya aksi unjuk rasa di Iran, yang menurut para aktivis telah menewaskan sedikitnya 2.677 orang.

“Rekan-rekan, izinkan saya memperjelas: Presiden Trump adalah seorang yang bertindak, bukan hanya banyak bicara seperti yang kita lihat di PBB,” kata Mike Waltz, duta besar AS untuk PBB, kepada dewan. Dilansir dari AP, Jumat, 16 Januari 2026.

“Dia telah memperjelas bahwa semua opsi tersedia untuk menghentikan pembantaian. Dan tidak ada yang lebih tahu hal itu selain kepemimpinan rezim Iran," imbuhnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah AS mengancam akan bertindak untuk membalas kematian para demonstran, meskipun protes yang menentang teokrasi Iran saat ini sudah mulai mereda.

Namun para pejabat tinggi dari Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Qatar juga menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Trump dengan mengatakan bahwa intervensi militer AS akan mengguncang ekonomi global dan menggoyahkan kawasan yang sudah bergejolak.

Sementara itu, Hossein Darzi, wakil duta besar Iran untuk PBB, mengecam AS atas apa yang diklaimnya sebagai keterlibatan langsung Amerika dalam mengarahkan kerusuhan di Iran menuju kekerasan.

“Dengan dalih kosong kepedulian terhadap rakyat Iran dan klaim dukungan terhadap hak asasi manusia, Amerika Serikat berupaya menggambarkan dirinya sebagai sahabat rakyat Iran," ungkapnya.

"Sementara pada saat yang sama meletakkan dasar bagi destabilisasi politik dan intervensi militer di bawah narasi yang disebut 'kemanusiaan'," kata Darzi menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI