Gencatan Senjata Fase Kedua di Gaza, Trump Desak Hamas Segera Lucuti Senjata
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi mengerikan jika kelompok pejuang tersebut tidak segera melucuti senjata, dalam fase kedua gencatan senjata yang telah diumumkan.
Ancaman tersebut ia sampaikan setelah bertemu dan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.
Adapun diskusi di antara keduanya berfokus pada kemajuan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Trump di Gaza, serta membahas kekhawatiran Israel atas Iran, dan Hizbullah di Lebanon.
Trump mengatakan, Israel telah mematuhi perjanjian dalam gencatan senjata Gaza, meskipun melancarkan serangan hampir setiap hari dan telah menewaskan sedikitnya 400 orang. Namun Hamas dinilai belum memenuhi semua perjanjian dalam gencatan senjata.
“Kami berbicara tentang Hamas dan kami berbicara tentang pelucutan senjata, dan mereka akan diberi waktu yang sangat singkat untuk melucuti senjata, dan kita akan melihat bagaimana hasilnya,” kata Trump, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 16 Januari 2026.
“Jika mereka tidak melucuti senjata, seperti yang telah mereka sepakati – mereka telah menyetujuinya – maka akan ada konsekuensi mengerikan bagi mereka. Dan kami tidak menginginkan itu," imbuhnya.
Diketahui, fase pertama gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 10 Oktober, menyerukan pertukaran tawanan Israel dan Hamas, serta peningkatan bantuan dan penarikan sebagian pasukan Israel di Gaza.
Namun, Israel terus melancarkan serangan yang mematikan ke Gaza, membatasi masuknya bantuan dan menunda pembukaan penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, hingga memicu kecaman internasional.
Foto: Al Jazeera
