Home /

Wamenhaj Sebut Pelatihan Petugas Haji 2026 Terpanjang dalam Sejarah

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 16 Januari 2026 | 10:15 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (SinPo,id/Kementerian Haji dan Umrah)
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (SinPo,id/Kementerian Haji dan Umrah)

SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah menaruh perhatian serius pada kesiapan petugas haji Indonesia. 

Dia menyebut pendidikan dan pelatihan petugas haji 2026 menjadi yang terpanjang sepanjang sejarah penyelenggaraan haji, dengan durasi mencapai 20 hari dan menggunakan pola pembinaan semi-militer.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil saat memimpin apel malam calon Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam, 15 Januari 2026, malam. 

Menurut Dahnil, pola pembinaan tersebut dirancang untuk membangun disiplin, ketangguhan mental, serta kemampuan bekerja dalam tim. Dia menuturkan, pembekalan intensif diperlukan agar petugas benar-benar siap menghadapi kompleksitas pelayanan jamaah di Tanah Suci.

“Ini bukan pelatihan biasa. Durasi yang panjang dan pendekatan semi-militer bertujuan membentuk karakter petugas yang disiplin dan siap mengesampingkan kepentingan pribadi,” kata Dahnil.

Dia menilai proses pelatihan juga berdampak pada perubahan sikap peserta. Dahnil mengatakan sekat-sekat latar belakang profesi, jabatan, dan status sosial mulai melebur selama pembinaan berlangsung.

“Di sini semua setara sebagai petugas haji. Tidak ada perbedaan gelar atau jabatan, yang ada hanya tanggung jawab pelayanan,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Dahnil juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, kesehatan, dan kejujuran selama mengikuti pembekalan. Dia menyebut, hingga saat ini terdapat enam peserta yang dinyatakan tidak dapat melanjutkan pelatihan karena alasan kesehatan dan ketidakterbukaan sejak awal.

“Kejujuran soal kondisi fisik itu penting. Kita tidak ingin ada petugas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain saat bertugas nanti,” ujar Dahnil. 

Dahnil juga menyampaikan, pemerintah menargetkan seluruh petugas berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas pada puncak musim haji yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Mei 2026. 

"Saya optimistis para petugas yang lolos pembekalan mampu mengemban amanah pelayanan jamaah dengan baik," tandasnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI