Harga Emas dan Perak Melonjak ke Rekor di Tengah Ketidakpastian Politik AS dan Geopolitik
SinPo.id - Harga emas dunia kembali memecahkan rekor tertinggi, menembus level di atas US$ 4.600 per ons troi pada Senin 12 Januari 2026 seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Sementara itu, harga perak juga mencatat kenaikan tertinggi sepanjang masa, mencerminkan sentimen kuat di pasar logam mulia global.
Menurut data pasar, emas spot naik sekitar 1,7% menjadi sekitar US$ 4.584 per ons troi pada malam perdagangan Asia, setelah sebelumnya menyentuh puncak rekor di US$ 4.600-an per ons troi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga menguat lebih dari 2%, menunjukkan minat investor yang kuat pada logam mulia sebagai lindung nilai terhadap gejolak pasar.
Sementara itu, perak spot turut mencetak rekor baru, sempat menyentuh level US$ 85-an per ons, sebelum menguat signifikan dalam perdagangan hari itu. Kenaikan harga perak biasanya cenderung lebih tajam karena ukuran pasar yang lebih kecil dan sensitivitas terhadap aliran modal yang masuk ke aset safe haven.
Sentimen pasar pada awal pekan ini dipengaruhi oleh ancaman penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang dipicu oleh ketegangan antara pemerintahan AS dan otoritas bank sentral. Kekhawatiran akan potensi tekanan politik terhadap independensi The Fed memicu aksi lindung nilai, termasuk pembelian emas dan perak.
Kekhawatiran investor bertambah seiring ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di Timur Tengah dan isu-isu lain yang memperkuat permintaan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas. Dalam kondisi seperti ini, logam mulia sering dipandang sebagai pelindung nilai terhadap risiko inflasi, volatilitas pasar saham, dan gejolak politik atau ekonomi.
Selain emas dan perak, logam lainnya juga mengalami penguatan. Harga platinum naik sekitar 1,8% ke lebih dari US$ 2.300 per ons, sedangkan palladium menguat hampir 2% dalam sesi perdagangan yang sama, mencerminkan arus modal yang luas ke aset komoditas.
Para analis menilai bahwa reli harga logam mulia ini tidak hanya dipicu oleh isu politik dan geopolitik semata, tetapi juga kemungkinan ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga The Fed di sepanjang tahun ini, yang membuat emas dan perak semakin menarik bagi investor global.
Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter global untuk melihat apakah harga logam mulia dapat mempertahankan level tertingginya atau kembali bergejolak dalam waktu dekat.

