Menteri Kebudayaan Dorong Hilirisasi Penulisan Sejarah, Jadi Fondasi Penguatan Identitas Nasional

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 06:46 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. (SinPo.id/Tio)
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. (SinPo.id/Tio)

SinPo.id -  Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong hilirisasi penulisan buku sejarah agar tidak berhenti sebagai dokumentasi akademik, melainkan memberi manfaat luas bagi masyarakat dan pengembangan kebudayaan nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Fadli Zon dalam sambutannya pada Gelar Wicara Sejarah bertajuk “Menegaskan Keindonesiaan di Tengah Arus Global: Penguatan Literasi dan Refleksi Sejarah” yang digelar di Gedung A, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penulisan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.

Menurut Menteri Kebudayaan, penulisan sejarah merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab bersama para ilmuwan Indonesia, mulai dari sejarawan, arkeolog, antropolog, hingga sosiolog. Ia menegaskan bahwa sejarah tidak cukup diwariskan melalui tradisi lisan, tetapi harus dituliskan secara serius agar menjadi pengetahuan yang abadi dan terus berkembang.

“Ini merupakan tantangan bagi para ilmuwan, sejarawan, arkeolog, antropolog, dan sosiolog kita. Apa yang bisa kita berikan bagi bangsa ini, paling tidak menuliskan. Dari tulisan itu akan lahir pengembangan dan kemanfaatan,” ujar Fadli Zon.

Ia menekankan bahwa naskah sejarah yang ditulis dengan riset mendalam tidak seharusnya berhenti sebagai arsip atau bacaan terbatas. Penulisan sejarah perlu didorong menuju hilirisasi budaya, sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk karya kreatif, seperti film, teater, hingga medium seni lainnya yang mampu menjangkau publik lebih luas sekaligus memperkuat literasi sejarah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya upaya reinventing Indonesian identity atau menemukan kembali serta menyempurnakan identitas keindonesiaan di tengah derasnya arus globalisasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menemukan kembali, melengkapi, dan menyempurnakan identitas nasional Indonesia. Ini sangat pokok, tetapi mungkin belum kita elaborasi lebih jauh,” tegasnya.

Ia menilai selama ini banyak catatan sejarah Nusantara justru ditulis oleh peneliti asing, sementara bangsa Indonesia sendiri belum sepenuhnya memiliki budaya menulis sejarah secara konsisten. Kehadiran Kementerian Kebudayaan diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya sejarah yang ditulis oleh sejarawan Indonesia dengan perspektif dan kepentingan nasional.

Dalam satu tahun terakhir, Kementerian Kebudayaan telah memfasilitasi penulisan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ke depan, kementerian juga merencanakan penulisan sejarah periode Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945–1949 secara komprehensif, serta sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Pajajaran.

Gelar wicara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Mego Pinandito, Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian, dan Perlindungan Arsip Kandar, Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN Fajar Ibnu Thufail, serta para editor dan sejarawan yang terlibat dalam penulisan buku sejarah tersebut.

Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djurmaryo, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, serta jajaran pejabat eselon dan staf khusus Kementerian Kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan memandang penulisan sejarah sebagai investasi jangka panjang bangsa. Tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi masa lalu, penulisan sejarah berbasis riset dan terbuka terhadap dialektika ilmiah diharapkan menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, serta fondasi penguatan karakter nasional. Upaya ini sekaligus mendorong hilirisasi pengetahuan sejarah ke berbagai medium kreatif dan memperkuat identitas keindonesiaan dalam menghadapi tantangan global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI