Pemprov DKI Percepat Penanganan TBC dan Antisipasi Lonjakan DBD

Laporan: Firdausi
Selasa, 06 Januari 2026 | 10:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan TBC. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan TBC. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) dan demam berdarah dengue (DBD) di Ibu Kota. 

Menurut dia, upaya ini dilakukan untuk menekan angka kasus yang masih tergolong tinggi, terutama menjelang musim hujan.

“Jadi, TBC harus kita tangani bersama. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya,” kata Rano dalam keterangannya dikutip Selasa, 6 Desember 2026.

Rano menuturkan, sejumlah langkah penanganan telah dijalankan dan terus berproses. Dia juga menyampaikan, penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah semata. 

Rano menyebut, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam deteksi dini kasus.

“Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah. Harapannya, upaya ini dapat berjalan optimal sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh warga,” ungkap dia. 

Selain TBC, Rano juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus DBD seiring masuknya musim hujan. Dia menyebut, masa peralihan musim kerap menjadi periode rawan lonjakan kasus di sejumlah wilayah Jakarta.

“Karena Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, ini harus kita tangani bersama,” ujar Rano. 

Lebih jauh, Rano menekankan pentingnya penguatan pencegahan melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Rano juga menyoroti peran juru pemantau jentik (jumantik) yang dinilai sebagai garda terdepan dalam pengawasan lingkungan. 

“Peran Jumantik di lingkungan warga terus dioptimalkan untuk mencegah penyebaran DBD di permukiman,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI