Pramono Dorong Bank Jakarta Masuk Ekosistem Pembayaran Publik

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 06 Januari 2026 | 10:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta mengambil peran lebih strategis dalam ekosistem pembayaran layanan publik. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta mengambil peran lebih strategis dalam ekosistem pembayaran layanan publik. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta mengambil peran lebih strategis dalam ekosistem pembayaran layanan publik, termasuk transportasi dan transaksi digital milik Pemprov Jakarta. 

Dia menilai, langkah ini penting untuk memperkuat posisi Bank Jakarta di tengah persaingan industri perbankan nasional.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 5 Januari 2026. Peluncuran kartu berlogo Visa ini menandai tahap awal transformasi layanan Bank Jakarta menuju skala internasional.

“Kalau seluruh sistem pembayaran transportasi bisa terintegrasi dengan Bank Jakarta, maka basis data yang dimiliki akan sangat besar dan menjadi kekuatan tersendiri,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip, Selasa, 6 Januari 2026.

Menurut Pramono, integrasi layanan publik dengan sistem perbankan tidak hanya meningkatkan kemudahan transaksi bagi warga, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis Bank Jakarta secara jangka panjang. 

Dia menilai, pengelolaan data transaksi menjadi aset penting dalam pengembangan produk dan layanan perbankan modern. Pramono menegaskan, Pemprov DKI memberikan kepercayaan penuh kepada direksi dan komisaris Bank Jakarta untuk menjalankan transformasi tanpa intervensi. 

“Trust adalah kunci. Bank milik pemerintah harus dikelola secara profesional, sehat, dan kompetitif,” tuturnya. 

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan keandalan sistem layanan agar tidak menimbulkan gangguan teknis yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat. Menurut dia, profesionalisme harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola.

Sementara itu, kata dia, kerja sama dengan Visa memungkinkan Kartu Debit Bank Jakarta digunakan di lebih dari 200 negara. Pramono berharap perluasan jaringan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan keamanan transaksi.

“Kita ingin Bank Jakarta tidak hanya besar di Jakarta, tapi juga punya standar layanan yang diakui secara global,” kata Pramono.

Dia menambahkan, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan seluruh proses transformasi Bank Jakarta berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI