Venezuela Siap Berdialog dengan AS Terkait Perdagangan Narkoba dan Minyak
SinPo.id - Pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, mengatakan dirinya siap dan terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS) mengenai perdagangan narkoba dan minyak, setelah AS menyerang fasilitas pelabuhan di Venezuela.
"Kami siap untuk berdialog dengan AS di mana pun mereka mau dan kapan pun mereka mau," kata Maduro dalam sebuah wawancara, dilansir dari BBC, Jumat, 2 Januari 2026.
Selain perdagangan narkoba, Maduro juga mengatakan ia terbuka untuk pembicaraan tentang minyak dan migrasi.
Diketahui, pasukan AS terus menargetkan kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkotika melalui Karibia dan Pasifik timur selama tiga bulan terakhir. Total terdapat 30 serangan terhadap kapal yang menewaskan sekitar 110 orang.
Serangan terbaru terjadi pada hari Rabu ketika dua kapal yang diduga membawa narkoba dihantam pasukan AS dan menewaskan lima orang di dalamnya. Adapun serangan tersebut merupakan upaya pemerintah Presiden Donald Trump dalam melawan narkotika.
"AS telah melakukan serangan di area dermaga yang terkait dengan dugaan kapal narkoba Venezuela, menyebabkan ledakan besar," kata Trump, pada Senin, 29 Desember 2025.
Tak hanya itu, AS juga telah menindak tegas kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela. Bahkan pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada 10 Desember.

