DPRD DKI Dukung Peniadaan Kembang Api pada Perayaan Tahun Baru 2026

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 28 Desember 2025 | 17:22 WIB
Pedagang petasan Pasar Asemka. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pedagang petasan Pasar Asemka. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak menggelar pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026. 

Menurut dia, kebijakan itu dinilai sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Rany mengatakan, langkah tersebut perlu dilihat dalam konteks empati nasional, mengingat banjir bandang dan tanah longsor masih berdampak serius di beberapa daerah, seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

“Ini bukan sekadar soal perayaan, tetapi bagaimana kita menunjukkan rasa solidaritas kepada masyarakat yang sedang berduka akibat bencana,” kata Rany, Minggu, 28 Desember 2025.

Dia mengakui, malam pergantian tahun biasanya menjadi salah satu momen paling ramai di Jakarta. Setiap akhir tahun, kata dia, ibu kota kerap dipadati pengunjung dari berbagai daerah, yang berdampak pada meningkatnya okupansi hotel dan aktivitas ekonomi di pusat perayaan.

“Jakarta selalu menjadi magnet saat tahun baru. Banyak orang datang dari luar kota, dan tingkat hunian hotel biasanya melonjak,” tuturnya. 

Kendati demikian, Rany menilai kondisi saat ini menuntut masyarakat Jakarta untuk menahan euforia. Menurut dia, sikap empati harus diutamakan di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.

“Dalam situasi seperti ini, rasanya kurang elok jika kita merayakan dengan kemeriahan berlebihan. Keputusan Pemprov DKI sudah tepat,” ujar Rany. 

Rany menuturkan, absennya pesta kembang api tidak berarti menghilangkan suasana perayaan sepenuhnya. Dia menyebutkan, dekorasi Natal yang masih terpasang di sejumlah ruas jalan dan ruang publik tetap menghadirkan nuansa meriah bagi warga.

“Ornamen yang ada masih memberikan warna dan suasana hangat di Jakarta. Itu bisa menjadi alternatif perayaan yang lebih sederhana,” ungkap dia. 

Selain itu, dia juga menyinggung rencana penggunaan atraksi drone sebagai pengganti kembang api. Menurut Rany, teknologi visual semacam itu dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan tetap menarik bagi masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi digital seperti pertunjukan drone bisa menjadi simbol perayaan tanpa mengurangi nilai empati,” ucapnya.

Rany berharap pergantian tahun dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan solidaritas. Ia juga mengajak warga Jakarta untuk mendoakan para korban bencana agar segera pulih dan bangkit.

“Semoga memasuki 2026, kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan, serta saudara-saudara kita di Sumatra bisa segera bangkit dari musibah,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI