Jembatan Krueng Tingkeum Sudah Bisa Dilalui, Lalin Aceh-Medan Kembali Normal
SinPo.id - Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, yang resmi difungsikan pada Sabtu kemarin, sebagai upaya mengakhiri kelumpuhan di ruas Jalan Nasional Banda Aceh-Medan. Jembatan yang sempat putus total selama sebulan ini, merupakan urat nadi utama mobilitas masyarakat dan jalur distribusi logistik.
"Alhamdulillah kami tinjau jembatan Krueng Tingkeum. Dan ini mudah-mudahan kepada pengguna jalan juga tidak bermasalah nanti dan tidak akan terjadi kemacetan lagi seperti yang kita lihat pada hari ini," kata Bupati Bireuen, Mukhlis, dikutip Minggu, 28 Desember 2025.
Adapun pembukaan jembatan ini, menjadi angin segar bagi pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memprioritaskan pembukaan akses jalan nasional ini, menyadari perannya yang krusial.
Proses pembangunan jembatan darurat ini merupakan hasil kolaborasi cepat antara pemerintah pusat, BUMN, dan kontraktor lokal. PT Adhi Karya (Persero) Tbk bertindak sebagai pelaksana utama dengan dukungan dari PT Krueng Meuh, serta pendampingan penuh dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian PU dan BPJN.
Penanganan dilakukan secara masif di lintas timur, barat, dan tengah Aceh. BPJN Aceh mengerahkan ratusan alat berat untuk membersihkan material longsor dan membangun kembali akses yang terputus.
Sebab, bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 lalu, memang menyebabkan kerusakan masif. Data Kementerian PU per 17 Desember 2025, mencatatkan sebanyak 38 ruas jalan nasional dan 16 jembatan terdampak.
Karena itu, Mukhlis mengapresiasi kerja cepat semua pihak yang terlibat dalam memulihkan akses yang sangat vital bagi warganya. Selama jembatan utama terputus, pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya mencari jalur alternatif.
"Ya, kita terus mendukung dan bekerja sama sampai hari ini. Juga jalur-jalur yang kita gunakan untuk tembus ke lintas timur juga banyak menggunakan jalan-jalan desa yang hari ini dan kita ikut membantu untuk apa namanya memperlancar jalur lalu lintas ya," kata Mukhlis.
Meski jembatan darurat telah beroperasi dengan kapasitas beban maksimal 30 ton, harapan besar disandarkan pada pembangunan solusi jangka panjang. Kelancaran arus lalu lintas yang stabil diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi Bireuen secara signifikan.
Mukhlis menyuarakan harapan seluruh masyarakat akan adanya infrastruktur yang lebih tangguh di masa depan.
"Ya, harapan Kita ke depan mudah-mudahan PU pusat atau Kementerian PU bisa membangun segera jembatan permanen ya. Kalau seandainya sudah dibangun jembatan yang permanen, Alhamdulillah sudah lancar seperti yang dulu," tutupnya.
