Hanif Instruksikan Jajarannya Kirim 10 Ribu Galon Air Bersih ke Aceh

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 28 Desember 2025 | 11:56 WIB
Kementerian LH kirim 10 ribu galon air untuk korban bencana di Aceh. (SinPo.id/dok. KLH)
Kementerian LH kirim 10 ribu galon air untuk korban bencana di Aceh. (SinPo.id/dok. KLH)

SinPo.id - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan jajarannya mengirimkan bantuan logistik air bersih skala besar untuk menyokong kebutuhan dasar warga yang kehilangan akses air layak konsumsi pascabencana di wilayah Aceh. 

"Sebanyak 25 truk pengangkut yang membawa 10.000 galon air mineral telah diberangkatkan menuju titik-titik terdampak paling parah, sebagai langkah cepat dalam memitigasi krisis kesehatan pascabencana," kata Hanif dalam keterangannya, Minggu, 28 Desember 2025. 

Hanif menjelaskan, pendistribusian bantuan ini dilakukan secara terukur dengan menyasar Kabupaten Aceh Utara sebanyak 18 truk dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 7 truk. 

Ia memastikan, kehadiran KLH di tengah situasi darurat ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan bentuk perlindungan nyata terhadap kualitas hidup warga Aceh di tengah lumpuhnya infrastruktur vital.

"Kami berharap bantuan ini dapat dimaksimalkan dan menjadi langkah nyata dalam masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana," ujar Hanif.

Hanif menyampaikan, intervensi ini dilakukan khusus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih untuk makan dan minum yang memang aksesnya masih sangat terbatas akibat rusaknya infrastruktur air bersih dan pencemaran sumber air oleh material banjir.

Apalagi, ketersediaan air minum yang higienis merupakan prioritas mutlak di masa kritis. Tak hanya mengirimkan air kemasan, KLH  juga langsung menerjunkan tim teknis untuk mengoperasikan tiga unit alat penjernih air (water purifier) di Kabupaten Aceh Tamiang. 

"Teknologi ini memungkinkan air di lokasi bencana diolah secara instan menjadi air yang aman untuk dikonsumsi masyarakat," ucapnya. 

Saat ini, tim teknis KLH tengah menempuh jalur darat menuju Aceh untuk memastikan seluruh bantuan terdistribusi tepat sasaran sekaligus melakukan inspeksi lingkungan menyeluruh. Sebagai pusat kendali di lapangan, KLH juga tengah mendirikan Posko di Lhokseumawe. 

Posko ini dirancang sebagai pusat komando yang akan beroperasi selama masa darurat hingga tahap pemulihan tuntas.

Selain menjadi titik distribusi, Posko KLH di Lhokseumawe akan berfungsi sebagai basis pemantauan dampak lingkungan pascabencana. Data dari posko ini akan menjadi fondasi bagi KLH dalam menyusun strategi rehabilitasi ekosistem jangka panjang di Aceh. 

"Sinergi antara penanganan darurat dan pemulihan lingkungan ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan warga serta mencegah risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk di wilayah terdampak," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI