Dua Warga Palestina Tewas dalam Penggerebekan Israel di Jenin, Remaja 16 Tahun Ditembak Jarak Dekat

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 22 Desember 2025 | 06:25 WIB
Pistol
Pistol

SinPo.id -  Dua warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel dalam dua penggerebekan terpisah di wilayah Jenin, Tepi Barat yang diduduki, pada akhir pekan lalu. Salah satu korban merupakan remaja berusia 16 tahun yang disebut ditembak dari jarak sangat dekat, sebagaimana terekam kamera pengawas.

Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu malam mengonfirmasi bahwa Rayyan Abdel Qader (16) tewas setelah pasukan Israel menyerbu Kota Qabatiya. Sementara korban kedua, Ahmad Zayoud (22), meninggal dunia setelah ditembak di Silat al-Harithiya, wilayah barat Jenin.

Saksi mata menyebutkan pasukan Israel melepaskan tembakan langsung ke arah Abdel Qader dan menghalangi tim medis untuk memberikan pertolongan. Akibatnya, korban dibiarkan mengalami pendarahan hingga meninggal dunia. Jenazah Abdel Qader juga dilaporkan ditahan oleh otoritas Israel.

Rekaman kamera pengawas yang beredar menunjukkan Abdel Qader sedang berjalan menuju rumahnya ketika ditembak oleh tentara Israel dari jarak dekat. Pasukan Israel disebut baru mengizinkan warga mendekat sekitar 40 menit setelah insiden, sebuah praktik yang menurut warga Palestina kerap terjadi dalam operasi militer Israel di Tepi Barat.

Dalam insiden terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan Ahmad Zayoud ditembak di bagian dada. Seorang remaja Palestina berusia 15 tahun juga dilaporkan mengalami luka di tangan dalam peristiwa tersebut.

Militer Israel, di sisi lain, mengklaim kedua korban ditembak setelah diduga melemparkan balok dan bahan peledak ke arah pasukannya. Namun, klaim semacam ini kerap dibantah oleh saksi dan kelompok hak asasi manusia. Tidak ada tentara Israel yang dilaporkan terluka dalam kedua kejadian tersebut.

Kematian Zayoud terjadi sekitar sepekan setelah seorang remaja Palestina lainnya juga tewas ditembak pasukan Israel di wilayah yang sama. Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak 7 Oktober 2023, sedikitnya 1.101 warga Palestina tewas akibat operasi Israel di Tepi Barat, termasuk 229 anak-anak.

Selain korban jiwa, hampir 21.000 warga Palestina dilaporkan telah ditangkap oleh otoritas Israel sejak periode tersebut. Hingga awal Desember, sekitar 9.300 tahanan Palestina masih mendekam di penjara Israel, dengan lebih dari sepertiganya ditahan tanpa dakwaan.

Berbagai organisasi hak asasi manusia menyoroti meningkatnya kekerasan di Tepi Barat, termasuk tuduhan pembunuhan di luar proses hukum, penyiksaan terhadap tahanan, serta lonjakan serangan oleh pemukim Israel. Situasi ini berlangsung seiring dengan eskalasi kekerasan di Jalur Gaza, yang terus menuai kecaman internasional dan memperumit upaya diplomatik menuju gencatan senjata berkelanjutan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI