Lagi AS Kejar Tanker Minyak di Karibia, Diduga Selundupkan Minyak dan Langgar Sanksi Venezuela

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 22 Desember 2025 | 07:27 WIB
AS dan Venezuela (Sinar Harian)
AS dan Venezuela (Sinar Harian)

SinPo.id -  Penjaga Pantai Amerika Serikat (U.S. Coast Guard) dilaporkan tengah memburu sebuah kapal tanker minyak asing ketiga di kawasan Laut Karibia setelah kapal tersebut menolak untuk diperiksa. Aksi pengejaran ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Venezuela melalui kebijakan sanksi dan blokade maritim.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada NBC News bahwa kapal tersebut merupakan bagian dari “armada gelap” yang telah dikenai sanksi dan diduga terlibat dalam upaya penghindaran sanksi internasional.

“Penjaga Pantai AS sedang melakukan pengejaran aktif terhadap kapal armada gelap yang disanksi. Kapal itu menggunakan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan pengadilan,” ujar pejabat tersebut.

Kapal tanker bernama Bella 1 diketahui telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS sejak Juni 2024 berdasarkan undang-undang antiterorisme. Departemen Keuangan AS menyebut Bella 1 sebagai bagian dari jaringan pelayaran yang terhubung dengan Sa’id al-Jamal, seorang fasilitator keuangan kelompok Houthi yang telah ditetapkan sebagai teroris oleh AS.

Menurut otoritas AS, jaringan tersebut kerap digunakan untuk mengangkut minyak yang terkena sanksi, termasuk minyak mentah Iran, dengan hasil penjualannya diduga mengalir ke kelompok militan.

Secara terpisah, pejabat AS mengungkapkan bahwa otoritas federal telah memperoleh surat perintah penyitaan dari seorang hakim federal untuk mengambil alih Bella 1. Laporan The New York Times menyebutkan bahwa dasar penyitaan lebih berkaitan dengan dugaan keterlibatan kapal tersebut dalam perdagangan minyak Iran, bukan semata-mata hubungannya dengan Venezuela.

Saat didekati oleh pasukan AS, Bella 1 disebut tidak mengibarkan bendera nasional yang sah. Dalam kondisi tersebut, hukum internasional memungkinkan kapal untuk diperiksa di laut lepas. Namun, kapal itu menolak untuk dinaiki dan terus berlayar, sehingga memicu pengejaran aktif oleh Penjaga Pantai AS.

Jika berhasil disita, Bella 1 akan menjadi tanker minyak ketiga yang diamankan otoritas AS dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu, Penjaga Pantai AS menyita sebuah tanker lain di perairan internasional dekat Venezuela, tak lama setelah Presiden Trump menyatakan pemberlakuan blokade terhadap negara tersebut. Kapal itu berbendera Panama dan diduga mengangkut minyak Venezuela yang rencananya akan dijual ke Asia.

Sebelumnya, pada Rabu pekan lalu, kapal tanker lain bernama The Skipper juga disita setelah meninggalkan pelabuhan Venezuela. Kapal tersebut dialihkan ke Texas dan diketahui mengibarkan bendera Guyana, meski pemerintah Guyana menyatakan kapal itu tidak terdaftar secara resmi di negaranya.

Rangkaian penyitaan ini menandai eskalasi signifikan langkah Amerika Serikat dalam menegakkan sanksi terhadap perdagangan minyak yang diklaim melanggar hukum internasional, sekaligus mempertegas tekanan Washington terhadap Venezuela dan jaringan pelayaran yang dituding mendukung aktivitas ilegal lintas negara.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI