Kunjungi Pengungsi, Gibran Pastikan Percepat Bantuan Logistik dan Pemulihan

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 04 Desember 2025 | 14:34 WIB
Wapres berdialog dengan para pengungsi bencana. (SinPo.id/Setwapres)
Wapres berdialog dengan para pengungsi bencana. (SinPo.id/Setwapres)

SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis, 4 Desember 2025. Gibran memastikan pemerintah akan mempercepat pendistribusian bantuan dan pemulihan di wilayah terdampak 

"Sekali lagi kami sudah diperintah Pak Presiden untuk melakukan percepatan pemulihan, anak-anak, sekolahnya, dan lain-lainnya, nanti akan kami prioritaskan, akan segera kami laporkan. Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi, tujuannya untuk mempercepat pemulihan," kata Gibran saat meninjau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam. 

Desa Salareh Aia, salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah setelah diterjang banjir bandang. Akses menuju desa ini yang masih terbatas, membuat  Gibran melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju lokasi permukiman warga.

Rumah-rumah yang luluh lantak, lumpur setinggi lutut, serta puing-puing kayu besar masih terlihat di berbagai titik desa. Letak geografis kawasan yang berada di cekungan perbukitan membuat desa menjadi jalur pertemuan material banjir yang datang secara tiba-tiba.

Usai meninjau kondisi pemukiman, Gibran menuju lokasi dapur umum dan posko pengungsian yang dikelola Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. 

Di tempat ini, ia memastikan distribusi bantuan berjalan baik serta fasilitas darurat telah memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, mulai dari makanan, sanitasi, hingga layanan dasar lainnya.

Selain berdialog dengan para pengungsi, Gibran turut membagikan bantuan berupa paket sembako, selimut, perlengkapan kebersihan, mainan untuk anak-anak, serta kebutuhan logistik lainnya.

Kepada para pengungsi, Wapres menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo dan mengungkapkan turut berbelasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi. Ia memastikan bahwa pemerintah hadir dan selalu bersama masyarakat Sumatra yang terdampak bencana. 

"Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo, duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Saya mohon maaf sebelumnya, Bapak-Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk melakukan percepatan pemulihan pasca bencana ini," ungkapnya.

Ia memastikan akan mempercepat  bantuan logistik melalui  jalur darat, udara, dan laut. Termasuk melakukan sejumlah perbaikan fasilitas agar pengiriman bantuan berjalan lancar. 

"Perbaikan-perbaikan akses komunikasi puskesmas, sekolah, jembatan, jalan, ini juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik BBM ini bisa lancar kembali," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kecepatan kerja seluruh unsur pemerintah, TNI–Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan dalam menangani dampak bencana.

"Ini saya juga pesan ke Kepala Daerah, BNPB, dan TNI-Polri semua yang ada di sini. Ini saya mohon Bapak-Ibu yang ada di pengungsian ini, mohon diperhatikan, tendanya, makan tiga kali sehari, air bersih.
Lalu saya mohon juga atensi khusus untuk lansia, anak-anak, ibu hamil, ada yang hamil? Anak-anak balita, ini mohon diprioritaskan," pintanya. 

Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis melaporkan bahwa saat ini terdapat beberapa wilayah yang masih terisolasi akibat putusnya akses jalan. Dan masih ada korban yang belum ditemukan. 

"Kita membutuhkan alat berat yang banyak untuk bagaimana kita melakukan pencarian, ada yang masih harus kita cari, khususnya juga untuk membuka jalan-jalan yang masih terkena longsoran," ujarnya. 

Benni menuturkan bahwa Kabupaten Agam memang rawan bencana banjir dan longsor, khususnya di wilayah pantai dan pegunungan. 

“Alhamdulillah, kehadiran Pak Wapres hari ini adalah motivasi bagi kami semua, dan memberikan kesejukan kepada masyarakat kabupaten Agam. Dan kami juga tetap berharap, Pak Wapres, setelah ini tentu ada recovery-nya. Kabupaten Agam, Pak Wapres, tidak akan mampu menangani ini semua, juga Sumatra Barat, dan juga BNPB, tentu kita sangat berharap bantuan dari pemerintah pusat,” harapnya. 

Sebagai informasi, sejumlah 132 orang meninggal dunia, 71 orang hilang, dan ribuan orang lainnya mengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam.

Usai peninjauan, Wapres melanjutkan agenda kunjungan ke wilayah terdampak banjir dan longsor lainnya di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI