Komisi VII DPR Harap Pemerintah Batasi Impor untuk Perkuat Industri Dalam Negeri

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 12 November 2025 | 22:12 WIB
Ilustrasi karyawan sektor manufaktur sedang bekerja. (SinPo.id/dok. Mitsubishi Electric)
Ilustrasi karyawan sektor manufaktur sedang bekerja. (SinPo.id/dok. Mitsubishi Electric)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyebut bila sejumlah industri dalam negeri dari berbagai sektor berharap pemerintah bisa membatasi impor produk-produk asing. Pembatasan diperlukan guna meningkatkan daya saing industri nasional.

Dia mengatakan produksi barang-barang dari industri dalam negeri sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Banyak beberapa industri kita sebenarnya sudah cukup, produksi mereka itu sudah mencukupi untuk kebutuhan daripada dalam negeri," kata Evita usai rapat dengan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Menurut dia, masih ada beberapa industri yang belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Untuk hal itu, kata dia, barulah pemerintah bisa mempersilakan barang impor masuk ke Indonesia.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menekankan harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang berkaitan dengan industri hingga soal ekspor-impor. Dia menginginkan agar pemerintah mengeluarkan kebijakan yang benar-benar pro terhadap industri dalam negeri.

"Kita ingin industri kita ini bangkit, ya kan? Jadi Pak Presiden kita kan selalu mengatakan kita ini harus, kedaulatan kita, pertahanan, baik pangan dan lain-lain. Dan tentunya kita juga ingin kita mempunyai ketahanan dan kedaulatan di sektor industri kita ke depan," kata dia.

Evita mengungkapkan saat ini para pelaku industri pun berharap ada insentif dari pemerintah. Sebab, industri dalam negeri bersaing dengan industri luar negeri yang mendapat dukungan penuh dari pemerintahan negara asalnya.

"Jadi, juga mereka-mereka industri kita juga mengharapkan dukungan yang sama dari insentif fiskal, kemudahan-kemudahan perizinan dan lain-lain," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI