Pimpinan Komisi VII DPR: Sumpah Pemuda Sebagai Energi Persatuan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:24 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga (SinPo.id/dok Golkar)
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga (SinPo.id/dok Golkar)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menegaskan bila Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan. Peringatan ini sebagai momentum menyalakan kembali semangat persatuan dan kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan nasional.

Dalam konteks Indonesia hari ini, kata dia, Sumpah Pemuda memiliki makna yang semakin relevan dengan kondisi bangsa dan negara. Sebab, peran pemuda kini tidak bisa dipisahkan dari arah pembangunan bangsa.

"Semangat persatuan yang diwariskan oleh para pemuda tahun 1928 harus menjadi energi utama dalam membangun bangsa di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi yang sedang dijalankan," kata Lamhot di Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu mengatakan dalam era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, generasi muda diberi ruang yang luas untuk mengambil peran strategis di berbagai sektor, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun inovasi teknologi.

Menurutnya, Presiden Prabowo memberi contoh nyata bahwa anak muda bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga penggerak utama saat ini. Maka, saat ini banyak posisi penting di pemerintahan diisi oleh generasi muda yang visioner dan berintegritas.

"Itu membuktikan bahwa negara percaya kepada kemampuan mereka," kata dia.

Dia menekankan pemuda adalah katalis pembangunan. Dengan semangat, energi, dan kreativitas yang dimiliki, pemuda menjadi motor yang menggerakkan perubahan dan inovasi di berbagai bidang.

Lamhot menyebut sejarah telah membuktikan bahwa setiap kemajuan besar bangsa selalu diawali oleh semangat anak muda yang berani bermimpi dan bertindak.

Maka dari itu, dia mengatakan bahwa makna Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam kerja nyata, yakni memperkuat kemandirian ekonomi, mendorong kemajuan sains dan teknologi, serta meneguhkan rasa nasionalisme di tengah arus globalisasi.

"Persatuan bukan hanya soal simbol atau slogan, tetapi tentang kolaborasi konkret antara generasi muda di seluruh daerah untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri," kata dia.

Selain itu, Lamhot menekankan pentingnya menjaga idealisme dan semangat kebangsaan di kalangan muda, terutama di tengah tantangan era digital. Dia mengingatkan bahwa kemerdekaan berpendapat harus selalu dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kecintaan terhadap tanah air.

"Di era media sosial ini, anak muda memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi opini publik. Namun kekuatan itu harus digunakan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, bukan memecah belah," katanya.

Untuk itu, dia yakin masa depan Indonesia akan cerah apabila generasi muda mampu memadukan semangat nasionalisme dengan kemampuan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam hal ini, pemerintah dan partai politik (parpol) memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ruang partisipasi dan pemberdayaan yang inklusif bagi anak muda.

"Bangsa ini akan maju jika para pemudanya bersatu, produktif, dan berkontribusi nyata," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI