Jerman Dituduh Terlibat Militer dengan Israel dalam Serangan ke Iran, Parlemen Iran Kecam Keras
SinPo.id - Kementerian Luar Negeri Jerman disebut mengabaikan pertanyaan media Tehran Times terkait dugaan keterlibatan militer Jerman dalam operasi Israel yang menargetkan infrastruktur militer, nuklir, dan sipil Iran selama 12 hari terakhir. Saat dihubungi, seorang perwakilan kedutaan Jerman hanya mengatakan telah memberitahu diplomat senior, namun tidak menerima jawaban apapun mengenai isu tersebut.
Informasi yang diperoleh Tehran Times menyebutkan bahwa pasukan Jerman dilibatkan dalam operasi militer Israel dan Berlin menerima kompensasi finansial, namun meminta Israel merahasiakan kerja sama tersebut. Belum jelas apakah Bundestag, parlemen Jerman, diberitahu soal kesepakatan ini.
Ebrahim Rezaei, juru bicara komite kebijakan luar negeri parlemen Iran, mengecam keterlibatan Jerman. “Fakta bahwa Jerman membantu rezim Zionis membunuh rakyat Iran bukanlah hal mengejutkan. Jerman, Inggris, dan Prancis telah menempuh jalur permusuhan terhadap Iran,” ujar Rezaei. Ia menambahkan bahwa Eropa berusaha mendapatkan kembali relevansinya di panggung internasional dan bersedia melakukan apa pun yang diminta Amerika dan Israel, meski tidak sejalan dengan kepentingan mereka sendiri.
Menurut Rezaei, keterlibatan Jerman dengan Israel menandai kedua kalinya Berlin bekerja sama dengan agresor asing terhadap Iran. Sebelumnya, Jerman juga diduga memasok senjata kimia ke rezim Saddam Hussein selama invasi ke Iran pada 1980-an.
Rezaei menekankan, dunia tidak akan melupakan dukungan Jerman terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam serangan yang menewaskan ribuan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Isu ini memicu kekhawatiran diplomatik baru antara Iran dan negara-negara Eropa, terutama terkait ketegangan nuklir dan keamanan regional.

