China Serukan Dialog dengan AS Usai Trump Ancam Tarif Baru dan Batasi Ekspor

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:41 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)

SinPo.id -  China menyerukan dialog dan konsultasi dengan Amerika Serikat terkait isu perdagangan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menuduh Beijing “sengaja” menghindari pembelian kedelai Amerika dan mengancam pembatasan baru terhadap perdagangan.

Trump menulis di platform media sosial Truth Social pada Selasa, bahwa tindakan China membuat petani kedelai AS mengalami kesulitan, yang ia sebut sebagai “tindakan ekonomi yang bermusuhan”. Ia menambahkan bahwa Washington mempertimbangkan untuk menghentikan perdagangan dengan Beijing terkait minyak goreng dan beberapa komoditas lain sebagai bentuk balasan.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan posisi Beijing terkait hubungan ekonomi dan perdagangan tetap “konsisten dan jelas”. “Kedua pihak perlu menyelesaikan isu terkait melalui konsultasi berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan,” ujar Lin dalam konferensi pers di Beijing.

Data dari US Agriculture Department menunjukkan ekspor kedelai AS ke China turun dari 17,9 miliar dolar AS pada 2022 menjadi 12,2 miliar dolar AS pada 2024. Trump sebelumnya menegaskan bahwa kedelai akan menjadi topik utama jika bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Lin juga menyoroti kebijakan tarif AS, menyebut Washington “mengaku ingin berdialog namun tetap mengintimidasi dengan tarif tinggi dan langkah restriktif baru.” Ia menekankan China meminta AS “segera memperbaiki kesalahan” dan menyelesaikan masalah melalui dialog yang setara dan saling menghormati. China menegaskan bahwa kontrol ekspor logam tanah jarang dilakukan “sesuai hukum.”

Kekhawatiran meningkat setelah perwakilan perdagangan AS, Jamieson Greer, mengatakan tambahan tarif 100% terhadap ekspor China bisa diterapkan mulai 1 November, tergantung tindakan Beijing. Trump sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif baru 100% pada barang-barang China dan pembatasan ekspor “software kritis” menyusul perluasan pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China.

Meski begitu, Trump mencoba meredakan kekhawatiran publik pada Minggu lalu, menyatakan “ketegangan perdagangan dengan China akan terselesaikan” dan menambahkan, “Jangan khawatir soal China, semuanya akan baik-baik saja.”

BERITALAINNYA
BERITATERKINI