HNW: Sikap Indonesia dan Negara Arab-Islam Dukung HAMAS Demi Hentikan Genosida Gaza

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 08 Oktober 2025 | 00:53 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Jurnalis Gaza, Mohammad Rabah)
Ilustrasi. (SinPo.id/Jurnalis Gaza, Mohammad Rabah)

SinPo.id -  Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW)mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Sugiono yang bersama para Menlu negara Arab-Islam menyampaikan pernyataan dukungan terhadap sikap HAMAS dalam upaya menghentikan genosida dan menyelamatkan warga sipil Gaza.

Menurut Hidayat, sikap Menlu Sugiono tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, sebagaimana disampaikan dalam KTT dan Sidang Umum PBB pada 23 September 2025 di New York.

“Sikap Menlu Sugiono dari Indonesia ini konsisten dengan apa yang sebelumnya telah disampaikan di New York bahwa Gaza adalah milik bangsa Palestina, dan masa depan Gaza ditentukan oleh warga Palestina sendiri, bukan oleh pihak luar,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2025.

Hidayat menjelaskan, HAMAS kini telah bermusyawarah dengan kelompok perlawanan Palestina serta negara mediator seperti Mesir, Turki, dan Qatar, dan menyatakan kesediaannya menerima proposal perdamaian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Proposal itu disebut mencakup penghentian perang, pembebasan sandera, dan pembentukan pemerintahan teknokrat independen dari warga Palestina.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan oleh Menlu dari Indonesia, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir di Doha, Qatar, pada Minggu 5 Oktober 2025.

Dukung Proposal Perdamaian, Tolak Campur Tangan Asing

Hidayat menilai, dukungan terhadap proposal Trump itu sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk menghapus segala bentuk penjajahan, termasuk rencana pembentukan pemerintahan transisi di Gaza oleh pihak asing seperti Tony Blair.

“Apalagi Blair dikenal dengan jejak sejarahnya yang tidak independen. Maka sikap Menlu Sugiono dan para Menlu Arab-Islam itu menunjukkan penegasan agar Palestina dipimpin oleh rakyatnya sendiri,” ujarnya.

Menurut HNW, pernyataan bersama tersebut juga menegaskan komitmen negara-negara Arab-Islam dan Indonesiadalam menghentikan genosida di Gaza serta mendukung lahirnya negara Palestina merdeka yang diakui oleh lebih dari 156 negara anggota PBB.

Israel Abaikan Seruan Dunia

Namun, Hidayat menyoroti sikap Israel yang tetap melanjutkan serangan ke Gaza meski telah ada seruan dari Presiden Trump dan komunitas internasional untuk menghentikan agresi.

“Sekalipun Trump telah menyatakan agar Israel menghentikan serangan, faktanya korban sipil terus berjatuhan. TV Al Jazeera melaporkan 77 warga Gaza tewas akibat serangan militer Israel pasca larangan itu,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti penyerangan terhadap kamp pengungsian Al Mawashi di Gaza Selatan serta penangkapan ratusan aktivis kemanusiaan Global Shumud Flotilla oleh tentara Israel.

Seruan untuk Ketegasan Amerika Serikat

Hidayat mendesak agar Presiden Trump bersikap lebih tegas terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengabaikan seruan perdamaian dunia.

“Jika serangan terus dilakukan, berarti instruksi Presiden Trump diabaikan. Hal ini menunjukkan kegagalan moral dan politik Israel di mata dunia,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan proposal perdamaian Trump akan menjadi legacy positif bagi Amerika Serikat jika mampu menghentikan perang dan menghadirkan perdamaian yang adil di Timur Tengah.

“Kini masyarakat dunia justru melihat HAMAS yang dilabeli sebagai organisasi teroris tampil lebih konsisten memperjuangkan perdamaian dan keselamatan rakyat Gaza. Fakta ini membuka mata dunia siapa sebenarnya pihak yang pantas disebut teroris,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI